PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Anak merupakan
suatu dambaan setiap orang tua yang paling dominan dalam rumah tangga dan
merupakan karunia Allah SWT yang tiada bandingnya. Oleh karena itu keluarga
harus mendidik, memelihara dan menjajaganya dengan sebaik-baiknya.
Sebagai orang tua yang
bertanggung jawab, maka seharusnya mereka selalu
memperhatikan anak-anaknya terutama pendidikan agamanya. Karena pendidikan agama adalah faktor
yang sangat penting di dalam kehidupan anak di masa yang akan
datang. Dengan pendidikan agama yang memadahi maka seorang anak akan mampu meningkatkan kecerdasan spiritualnya
sehingga dapat menjawab
tantangan ataupun berbagai masalah di masa yang akan datang. [1]
Perkembangan
globalalisasi bisa berdampak positif, namun juga negatif. Dampak positifnya,
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu manusia untuk mengakses
berbagai informasi secara cepat tentang peristiwa yang ada di belahan dunia
untuk kemajuan hidupnya, namun dampak negatifnya informasi yang masuk dapat
menjadi akar penyebab keretakan kesatuan dan persatuan bangsa, bahkan dapat
menghilangkan jati diri bangsa itu sendiri. Perlu disadari, era globalisasi merupakan
produk kemajuan sain dan teknologi, maka peningkatan kualitas sumber daya
manusia muslim merupakan prasyarat untuk mencapai kemajuan di bidang sain dan
teknologi. Di sinilah tantangan bagi pendidikan Islam dan para pemikirnya.
Sehingga pendidikan Islam, di satu sisi mampu menyampaikan pesan Islam
kaitannya dengan tuntutan kualitas SDM serta merebut kembali kejayaan sain dan
teknologi; di sisi lain mampu mencetak SDM yang berkualitas, yaitu manusia yang
ber IQ tinggi sekaligus memiliki kecerdasan spiritual (Spiritual
Quotient/ SQ).
Pendidikan Islam dalam pertumbuhan spiritual dan moral harus mampu menolong
individu menguatkan iman, akidah, dan pengetahuan terhadap Tuhannya dan dengan
hukum-hukum, ajaran-ajaran, dan moral agamanya. Pendidikan spiritual yang memiliki dimensi kemanusiaan seperti itu
harus ditanamkan pada diri peserta didik melalui pendidikan Agama Islam. Peran
penting spiritual ini bagi kehidupan manusia adalah pendidikan Islam harus
didasarkan pada falsafah bahwa pendidikan adalah proses menuju kesempurnaan
dengan berbagai potensi yang diberikan oleh Allah untuk manusia agar dapat
menjalankan misinya sebagai khalifatullah di muka bumi. Pendidikan spiritual sebagai
usaha sadar untuk menghantarkan peserta didik memiliki hubungan yang sangat
kuat antara rohani manusia dengan Sang Pencipta, Allah SWT.[2]
Berangkat dari masalah tersebut di atas,
penulis tertarik mengkaji judul : Pengaruh Perhatian Orang
Tua Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx
B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman, maka penulis memberikan
interpretasi terhadap judul di atas sebagai berikut:
1.
Perhatian Orang Tua
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek atau
banyak sedikitnya kesadaran aktivitas yang dilakukan. [3]) Sedangkan yang dimaksud
dengan orang tua adalah bapak, ibu yang melahirkan” [4]
orang tua adalah sebagai pembimbing dan pengabdi anak-anak, artinya orang tua harus selalu siap sedia memenuhi
kebutuhan jasmani dan rohani anak dalam pertumbuhannya. [5]
2. Kecerdasan Spiritual.
SQ
adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah, makna dan nilai
menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan
kaya; menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna
dibandingkan dengan yang lain.[6]
Dari
pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud judul
penelitian “pengaruh perhatian orang tua
terhadap kecerdasan Spiritual
siswa” adalah suatu penelitian tentang daya yang timbul dari suatu
pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa orang tua
yang berupa bimbingan, pengawasan, dan arahan dalam membentuk watak,
perbuatan serta kemampuan memecahkan masalah, menempatkan perilaku dalam konteks
makna yang lebih luas .
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah
tersebut, maka dapat dirimuskan penelitian ini sebagai berikut:
1. Bagaimanakah perhatian orang tua di SDN
xxxxxxxxxxxxxx ?
2. Bagaimanakah kecerdasan spiritual siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx?
3. Seberapa besar pengaruh perhatian orang tua terhadap kecerdasan spiritual siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx?
D.Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam peneliti ini adalah
sebagai berikut :
1.Untuk mengetahui tingkat perhatian orang tua di SDN xxxxxxxxxxxxxx
2.Untuk mengetahui tingkat kecerdasan spiritual siswa di SDN xxxxxxxxxxxxxx
3.Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
perhatian orang tua
terhadap kecerdasan spiritual siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx
E. Manfa’at Penelitian.
Manfa’at yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Manfa’at teoritis
Manfa’at teoritis
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Menambah pengetahuan tentang pentingnya
perhatian orang tua dalam
kegiatan belajar anak.
b. Menambah pengetahuan tentang pentingnya
perhatian orang tua
terhadap perkembangan Spiritual anak
c. Dapat memiliki pengetahuan tentang macam-macam
perhatian dan spiritual peserta didik yang bervariasi sehingga dapat
dijadikan pedoman dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran PAI di SDN xxxxxxxxxxxxxx
2.
Manfa’at praktis
Manfa’at praktis dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
a. Bagi orang tua dapat
dijadikan sebagai acuan dalam memberikan
pembinaan Spiritual anaknya
b. Bagi siswa Xxxxxxxxxxxxxxdapat
menjadikan pengetahuan pentingnya Spiritual dalam diri peserta didik guna melatih
kemampuan berfikir sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan akhirnya
memiliki pandangan dan penilaian bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang
lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
F. Hipotesis
Hipotesis adalah
pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana
adanya, pada sa’at fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam
verifikasi. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan
fenomena-fenomena yang kompleks. [7]
Adapun hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian
adalah :
“ Ada pengaruh yang signifikan antara
perhatian orang tua
terhadap kecerdasan spiritual siswa”. Dengan kata lain semakin baik
perhatian yang diberikan orang tua, maka akan semakin tinggi pula kecerdasan spiritual
siswa, sebaliknya semakin rendah tingkat perhatian yang diberikan oleh orang
tua, maka semakin rendah pula tingkat kecerdasan spiritual siswa terutama di SDN xxxxxxxxxxxxxx
G. Metodologi Penelitian
1.
Populasi dan sampel
Sampel dalam penelitian ini adalah 50 siswa atau 10 % dari jumlah keseluruhanya atau jumlah
populasi. Peneliti cukup mengambil 10 % dari jumlah populasi karena berpedoman
kepada Dr. Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa :”.....selanjutnya jika
subyeknya besar atau lebih dari 100 orang, maka dapat diambil antara 10 % -15%
atau 20 % -25% atau lebih besar”
2. Variabel Dan Indikatornya.
Setelah hipotesis telah dirumuskan di atas, maka penulis juga perlu merumuskan variabel yang
akan digunakan untuk mengukur hipotesis tersebut.
a. Perhatian orang tua ( variabel X / bebas / pengaruh ) dengan
indikator sebagai berikut:
1) Bimbingan dalam belajar
2) Pemenuhan fasilitas dalam belajar
3) Pemberian nasehat dalam belajar
4) Pengawasan terhadap belajar
5) Pemberian motivasi dan
penghargaan
b. Kecerdasan Spiritual ( Variabel Y / terikat / terpengaruh) dengan indikator
sebagai berikut :
1) Pema’af dan memiliki empati yang besar
2) Mampu memilih kebahagiaan dan Sense
Of Humor yang baik
3) Sabar
4) Menghindari
hal-hal yang dapat menyebabkan kerugian yang tidak perlu
5) Memiliki kualitas hidup yang didasari oleh visi dan
nilai-nilai
3. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang ada dari
penelitian ini dihimpun dari data lapangan dan data kepustakaan. Jenis
penelitian ini adalah field research, yaitu penelitian yang dilakukan
dengan cara peneliti langsung terjun ke tempat
penelitian atau tempat fenomena terjadi. [10])
Adapun dalam field
research ini peneliti menggunakan
beberapa metode untuk mendukung kelancaran penelitian. Metode-metode tersebut
adalah antara lain sebagai berikut:
a.
Observasi
Metode
Observasi adalah suatu cara untuk mengumpulkan keterangan-keterangan yang
diinginkan dengan mengadakan pengamatan secara langsung. peneliti mengamati
tingkat perhatian yang diberikan orang tua kepada siswa dalam menumbuhkan atau meningkatkan Kecerdasan
Spiritual Siswa SDN Xxxxxxxxxxxxxx[11])
b. Metode angket
Metode Angket adalah ”
metode atau alat pengumpul data yang berupa sejumlah soal tertulis yang harus dijawab secara tertulis
pula oleh responden”[12])
metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat Perhatian Orang Tua dan Kecerdasan Spiritual Siswa SDN Xxxxxxxxxxxxxx,
dengan memberikan daftar pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa.
c.
Dokumentasi.
Dokumentasi adalah metode
pengumpulan data dengan menggunakan dokumen yang ada, dokumen dalam arti sempit
foto, peta dsb. [13] Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang bersifat
dokumenter, yaitu data tentang struktur
organisasi sekolah, keadaan guru dan siswa
SDN xxxxxxxxxxxxxx.
4. Metode
Analisis Data.
Setelah
data-data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan mengunakan analisis
statistik . Adapun tahapannya adalah sebagai berikut
a.
Analisis pendahuluan.
Pada
tahapan ini data yang terkumpul dikelompokan kemudian di masukkan ke dalam
tabel distribusi frekwensi secara sederhana untuk setiap variabel yang ada
dalam penelitian. Sedangkan angket pada
setiap item diberi skoring dengan standar sebagai berikut:
1)
untuk alternatif jawaban a dengan sekor nilai 4;
2)
untuk alternatif jawaban b dengan sekor nilai 3;
3)
untuk alternatif jawaban c dengan sekor nilai 2 dan
4)
untuk alternatif jawaban d dengan sekor nilai 1
b.
Analisis Uji Hipotesis
Dalam melakukan analisis uji hipotesis ini peneliti
menggunakan rumus statistik korelasi Product Moment sebagai berikut:
r xy
= N
( ∑X) 2 ( ∑y) 2
∑X 2 - x ∑ y2 -
N N
Keterangan :
rxy : Koefisien korelasi antara
variabel X dan variabel Y
x : Variabel bebas
(Perhatian orang tua )
y : Variabel terikat ( Kecerdasan Spiritual Siswa)
xy : Perkalian antara variabel X dan Y
N : Jumlah populasi atau jumlah sampel penelitian.
∑ : Sigma
c.
Analisis lanjutan.
Dari
analisis hipotesis dengan menggunakan rumus Regresi sederhana dan product
moment sehingga dapat diketahui
hasil penelitian. Setelah diketahui hasilnya, kemudian hasil tersebut
diinterpretasikan dengan nilai r
dalam tabel pada taraf signifikasi 5 % dan 1 % sebagai berikut:
1)
Jika nilai r observasi lebih besar atau sama
dengan r dalam tabel berarti hasil penelitian adalah ” signifikan” atau
hipotesis yang telah diajukan diterima.
2)
Jika nilai r observasi lebih kecil dari pada nilai
r dalam tabel berarti hasil
penelitian ” non signifikan ” atau hipotesis yang telah diajukan ditolak.
H. Sistematika Penulisan.
Didalam penulisan skripsi ini
peneliti membagi ke dalam tiga bagian yaitu :
1.Bagian muka .
Pada bagian ini akan dimuat beberapa
halaman, diantaranya adalah halaman judul, halaman persembahan, halaman motto,
halaman pengesahan, halaman nota pembimbing, kata pengantar, daftar isi dan
daftar tabel.
2.
Bagian Isi.
Pada bagian ini memuat
lima bab, yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN
Didalam bab ini merupakan
pendahuluan yang terdiri dari : latar belakang masalah dan penegasan judul,
perumusan masalah, alasan memilih judul, tujuan penelitian, Manfa’at
penelitian, hipotesis dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORITIS
Dalam bab ini berisi tentang Sub bab I membahas tentang perhatian orang
tua yang meliputi : pengertian
perhatian orang tua, tehnik perhatian orang
tua, dan faktor-faktor yang
mempengaruhi perhatian orang tua. Sub bab kedua , menjelaskan
tentang kecerdasan Spiritual yang meliputi : pengertian kecerdasan Spiritual, faktor-faktor
yang mempengaruhi kecerdasan Spiritual dan cara meningkatkan Kecerdasan
Spiritual siswa. Sub ketiga hubungan perhatian orang tua dengan kecerdasan Spiritual
siswa.
BABIII: PERHATIAN ORANG
TUA TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SDN xxxxxxxxxxxxxx
Dalam bab ini dibagi
menjadi dua Sub bab. pada sub bab pertama
menjelaskan situasi umum SDN xxxxxxxxxxxxxx
Sub bab kedua hasil penelitian tentang perhatian orang tua dan kecerdasan Spiritual siswa di SDN xxxxxxxxxxxxxx
BABIV: PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SDN xxxxxxxxxxxxxx
Dalam bab ini berisi Analisis Pendahuluan, Analisis Uji Hipotesa, dan Analisis lanjut.
BAB V : PENUTUP
Dalam bab ini berisi kesimpulan dan saran-saran.
3. Bagian akhir.
Pada bagian ini memuat
daftar pustaka, daftar riwayat hidup
penulis dan
lampiran-lampiran .
[1] Arifin, Hubungan Timabal Balik
Pendidikan Agama Islam Dilingkungan Keluarga, Jakarta: Bulan Bintang ,
1976. hlm. 3
[4] Arifin, Op.Cit. hlm. 7
[5] Tim dosen IKIP malang , Pengantar
Didaktik Metodik PBM, (Jakarta , Rajawali Pers, 1990 ,) hlm 12.
[6]
Danah Zohar, dan Ian Marshall. SQ : Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual
Dalam Berpikir Integralistik dan Holistik Untuk Memaknai Kehidupan. Bandung
: Mizan.2001, hlm.2
[8] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta
, Rineka Cipta, 1990),
hlm 102
Tidak ada komentar:
Posting Komentar