Kamis, 08 Desember 2016

PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SDN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
 Anak merupakan suatu dambaan setiap orang tua yang paling dominan dalam rumah tangga dan merupakan karunia Allah SWT yang tiada bandingnya. Oleh karena itu keluarga harus mendidik, memelihara dan menjajaganya dengan sebaik-baiknya.
Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, maka seharusnya mereka selalu memperhatikan anak-anaknya terutama pendidikan agamanya. Karena pendidikan agama adalah faktor yang sangat penting di dalam kehidupan anak di masa yang akan datang. Dengan pendidikan agama yang memadahi maka seorang anak akan mampu meningkatkan kecerdasan spiritualnya sehingga dapat  menjawab tantangan ataupun berbagai masalah di masa yang akan datang. [1]
Perkembangan globalalisasi bisa berdampak positif, namun juga negatif. Dampak positifnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu manusia untuk mengakses berbagai informasi secara cepat tentang peristiwa yang ada di belahan dunia untuk kemajuan hidupnya, namun dampak negatifnya informasi yang masuk dapat menjadi akar penyebab keretakan kesatuan dan persatuan bangsa, bahkan dapat menghilangkan jati diri bangsa itu sendiri. Perlu disadari, era globalisasi merupakan produk kemajuan sain dan teknologi, maka peningkatan kualitas sumber daya manusia muslim merupakan prasyarat untuk mencapai kemajuan di bidang sain dan teknologi. Di sinilah tantangan bagi pendidikan Islam dan para pemikirnya. Sehingga pendidikan Islam, di satu sisi mampu menyampaikan pesan Islam kaitannya dengan tuntutan kualitas SDM serta merebut kembali kejayaan sain dan teknologi; di sisi lain mampu mencetak SDM yang berkualitas, yaitu manusia yang ber IQ tinggi sekaligus memiliki kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/ SQ). Pendidikan Islam dalam pertumbuhan spiritual dan moral harus mampu menolong individu menguatkan iman, akidah, dan pengetahuan terhadap Tuhannya dan dengan hukum-hukum, ajaran-ajaran, dan moral agamanya. Pendidikan spiritual  yang memiliki dimensi kemanusiaan seperti itu harus ditanamkan pada diri peserta didik melalui pendidikan Agama Islam. Peran penting spiritual ini bagi kehidupan manusia adalah pendidikan Islam harus didasarkan pada falsafah bahwa pendidikan adalah proses menuju kesempurnaan dengan berbagai potensi yang diberikan oleh Allah untuk manusia agar dapat menjalankan misinya sebagai khalifatullah di muka bumi. Pendidikan spiritual sebagai usaha sadar untuk menghantarkan peserta didik memiliki hubungan yang sangat kuat antara rohani manusia dengan Sang Pencipta, Allah SWT.[2]
Berangkat dari masalah tersebut di atas, penulis tertarik mengkaji judul : Pengaruh Perhatian Orang Tua  Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx
B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman, maka penulis memberikan interpretasi terhadap judul di atas sebagai berikut:
1.      Perhatian Orang Tua
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju pada suatu obyek atau banyak sedikitnya kesadaran aktivitas yang dilakukan. [3]) Sedangkan yang dimaksud dengan orang tua adalah bapak, ibu yang melahirkan” [4] orang tua adalah sebagai pembimbing dan pengabdi anak-anak, artinya orang tua harus selalu siap sedia memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak dalam pertumbuhannya. [5]
2.   Kecerdasan Spiritual.
            SQ adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalah, makna dan nilai menempatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang lebih luas dan kaya; menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.[6]
                        Dari pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud judul penelitian “pengaruh perhatian orang tua  terhadap kecerdasan Spiritual  siswa” adalah suatu penelitian tentang daya yang timbul dari suatu pemusatan tenaga atau kekuatan jiwa orang tua  yang berupa bimbingan, pengawasan, dan arahan dalam membentuk watak, perbuatan serta kemampuan memecahkan masalah, menempatkan perilaku dalam konteks makna yang lebih luas .
C. Rumusan Masalah
            Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka dapat dirimuskan penelitian ini sebagai berikut:
 1. Bagaimanakah perhatian orang tua  di SDN xxxxxxxxxxxxxx ?
 2. Bagaimanakah kecerdasan spiritual siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx?
3. Seberapa besar pengaruh perhatian orang tua  terhadap kecerdasan spiritual siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx?
D.Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan dalam peneliti ini adalah sebagai berikut :
1.Untuk mengetahui tingkat perhatian orang tua  di SDN xxxxxxxxxxxxxx
2.Untuk mengetahui  tingkat kecerdasan spiritual  siswa di SDN xxxxxxxxxxxxxx
3.Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perhatian orang tua  terhadap kecerdasan spiritual siswa SDN xxxxxxxxxxxxxx
E. Manfa’at Penelitian.
Manfa’at yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Manfa’at teoritis
 Manfa’at teoritis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Menambah pengetahuan tentang pentingnya perhatian orang tua  dalam kegiatan belajar anak.
b. Menambah pengetahuan tentang pentingnya perhatian orang tua  terhadap perkembangan Spiritual anak
c. Dapat memiliki pengetahuan tentang macam-macam perhatian dan spiritual peserta didik yang bervariasi sehingga dapat dijadikan pedoman dalam mengembangkan  kegiatan pembelajaran PAI di SDN xxxxxxxxxxxxxx
 2. Manfa’at praktis
Manfa’at praktis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.  Bagi orang tua  dapat dijadikan sebagai acuan dalam memberikan    pembinaan Spiritual anaknya
b.    Bagi siswa Xxxxxxxxxxxxxxdapat menjadikan pengetahuan pentingnya Spiritual  dalam diri peserta didik guna melatih kemampuan berfikir sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan akhirnya memiliki pandangan dan penilaian bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain.
F. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan yang diterima secara sementara sebagai suatu kebenaran sebagaimana adanya, pada sa’at fenomena dikenal dan merupakan dasar kerja serta panduan dalam verifikasi. Hipotesis adalah keterangan sementara dari hubungan fenomena-fenomena yang kompleks.  [7]
Adapun hipotesis yang peneliti ajukan dalam penelitian adalah :
            “ Ada pengaruh yang signifikan antara perhatian orang tua  terhadap kecerdasan spiritual siswa”. Dengan kata lain semakin baik perhatian yang diberikan orang tua, maka akan semakin tinggi pula kecerdasan spiritual siswa, sebaliknya semakin rendah tingkat perhatian yang diberikan oleh orang tua, maka semakin rendah pula tingkat kecerdasan spiritual  siswa terutama di SDN xxxxxxxxxxxxxx
G. Metodologi Penelitian
      1. Populasi dan sampel
                Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian“ [8] ) sedangkan yang dimaksud sampel adalah sejumlah kecil individu- individu yang diambil dari keseluruhan individu serupa yang ada dan mungkin pernah ada” [9] ) .Adapun  jumlah populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dari kelas III-kelas VI  SDN xxxxxxxxxxxxxx, yang berjumlah 500 siswa dengan menggunakan tehnik probability sampling  ( pengambilan sampels secara acak).
                           Sampel dalam penelitian ini adalah 50 siswa atau 10 % dari jumlah keseluruhanya atau jumlah populasi. Peneliti cukup mengambil 10 % dari jumlah populasi karena berpedoman kepada Dr. Suharsimi Arikunto yang menyatakan bahwa :”.....selanjutnya jika subyeknya besar atau lebih dari 100 orang, maka dapat diambil antara 10 % -15% atau 20 % -25% atau lebih besar”
2. Variabel Dan Indikatornya.
Setelah hipotesis telah dirumuskan di atas, maka penulis juga perlu merumuskan variabel yang akan digunakan untuk mengukur hipotesis tersebut.
a. Perhatian orang tua   ( variabel X / bebas / pengaruh ) dengan indikator   sebagai     berikut:
   1)  Bimbingan dalam belajar
   2)  Pemenuhan fasilitas dalam belajar
   3)  Pemberian nasehat dalam belajar
4)  Pengawasan terhadap belajar
5)  Pemberian motivasi dan penghargaan
b. Kecerdasan Spiritual  ( Variabel Y / terikat / terpengaruh) dengan indikator sebagai berikut :
   1)   Pema’af  dan  memiliki empati yang besar
   2)   Mampu memilih  kebahagiaan  dan  Sense Of Humor yang baik
   3)   Sabar                       
4) Menghindari hal-hal yang dapat  menyebabkan kerugian yang   tidak perlu                                                                                 
5)  Memiliki kualitas hidup yang didasari oleh visi dan nilai-nilai
3. Metode Pengumpulan Data
Data-data yang ada dari penelitian ini dihimpun dari data lapangan dan data kepustakaan. Jenis penelitian ini adalah field research, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara peneliti langsung terjun ke tempat                                                                penelitian atau tempat fenomena terjadi. [10])
Adapun dalam field research  ini peneliti menggunakan beberapa metode untuk mendukung kelancaran penelitian. Metode-metode tersebut adalah antara lain sebagai berikut:
a.   Observasi
            Metode Observasi adalah suatu cara untuk mengumpulkan keterangan-keterangan yang diinginkan dengan mengadakan pengamatan secara langsung. peneliti mengamati tingkat perhatian yang diberikan orang tua  kepada siswa dalam menumbuhkan atau meningkatkan Kecerdasan Spiritual  Siswa SDN Xxxxxxxxxxxxxx[11])
b.   Metode angket
Metode Angket adalah ” metode atau alat pengumpul data yang berupa sejumlah soal  tertulis yang harus dijawab secara tertulis pula oleh responden”[12]) metode ini digunakan untuk mengetahui tingkat Perhatian Orang Tua  dan Kecerdasan Spiritual Siswa SDN Xxxxxxxxxxxxxx, dengan memberikan daftar pertanyaan yang akan diberikan kepada siswa.
c.         Dokumentasi.
Dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan dokumen yang ada, dokumen dalam arti sempit foto, peta dsb. [13] Metode ini digunakan untuk memperoleh data yang bersifat dokumenter, yaitu data tentang  struktur organisasi sekolah, keadaan guru dan siswa   SDN xxxxxxxxxxxxxx.
      4. Metode Analisis Data.
                                    Setelah data-data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan mengunakan analisis statistik . Adapun tahapannya adalah sebagai berikut
a.       Analisis pendahuluan.

                     Pada tahapan ini data yang terkumpul dikelompokan kemudian di masukkan ke dalam tabel distribusi frekwensi secara sederhana untuk setiap variabel yang ada dalam penelitian. Sedangkan angket pada setiap item diberi skoring dengan standar sebagai berikut:
1)            untuk alternatif jawaban a dengan sekor nilai 4;
2)            untuk alternatif jawaban b dengan sekor nilai 3;
3)            untuk alternatif jawaban c dengan sekor nilai 2 dan
4)            untuk alternatif jawaban d dengan sekor nilai 1
b.       Analisis Uji Hipotesis
               Dalam melakukan analisis uji hipotesis ini peneliti menggunakan rumus statistik korelasi Product Moment sebagai berikut:
                                                  
                                            XY  -           ( ∑ x ).( ∑ Y )        [14])

                     r xy  =                                               N
                                                  
                                                            ( ∑X) 2                          ( ∑y) 2    
                                                ∑X 2 -                           x ∑ y2 -  

                                                               N                                    N

Keterangan         :
rxy  : Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
x    : Variabel bebas (Perhatian orang tua )
y    : Variabel terikat ( Kecerdasan Spiritual Siswa)
xy  : Perkalian antara variabel X dan Y
N   : Jumlah populasi atau jumlah sampel penelitian.
∑   : Sigma        
c.       Analisis lanjutan.           
                     Dari analisis hipotesis dengan menggunakan rumus Regresi sederhana dan product moment  sehingga dapat diketahui hasil penelitian. Setelah diketahui hasilnya, kemudian hasil tersebut diinterpretasikan dengan nilai r  dalam tabel pada taraf signifikasi 5 %  dan 1 % sebagai berikut:
1)      Jika nilai r observasi lebih besar atau sama dengan r dalam tabel berarti hasil penelitian adalah ” signifikan” atau hipotesis yang telah diajukan diterima.
2)      Jika nilai r observasi lebih kecil dari pada nilai r  dalam tabel berarti hasil penelitian ” non signifikan ” atau hipotesis yang telah diajukan ditolak.
H. Sistematika Penulisan.
         Didalam penulisan skripsi ini peneliti membagi ke dalam tiga bagian yaitu :
1.Bagian muka .
                           Pada bagian ini akan dimuat beberapa halaman, diantaranya adalah halaman judul, halaman persembahan, halaman motto, halaman pengesahan, halaman nota pembimbing, kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel.
2.      Bagian Isi.
Pada bagian ini memuat lima bab, yaitu:
BAB I :  PENDAHULUAN
Didalam bab ini merupakan pendahuluan yang terdiri dari : latar belakang masalah dan penegasan judul, perumusan masalah, alasan memilih judul, tujuan penelitian, Manfa’at penelitian, hipotesis dan sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORITIS
Dalam bab ini berisi tentang  Sub bab I membahas tentang perhatian orang tua  yang meliputi : pengertian perhatian orang tua, tehnik perhatian orang tua, dan faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua. Sub bab kedua , menjelaskan tentang kecerdasan Spiritual yang meliputi : pengertian kecerdasan Spiritual, faktor-faktor yang mempengaruhi kecerdasan Spiritual dan cara meningkatkan Kecerdasan Spiritual siswa. Sub ketiga hubungan perhatian orang tua  dengan kecerdasan Spiritual siswa. 
BABIII: PERHATIAN ORANG TUA       TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SDN xxxxxxxxxxxxxx
Dalam bab ini dibagi menjadi dua Sub bab. pada sub bab pertama   menjelaskan situasi umum  SDN xxxxxxxxxxxxxx Sub bab kedua hasil penelitian tentang perhatian orang tua  dan kecerdasan Spiritual siswa di SDN xxxxxxxxxxxxxx
BABIV: PENGARUH PERHATIAN ORANG TUA  TERHADAP KECERDASAN SPIRITUAL SISWA SDN xxxxxxxxxxxxxx
Dalam bab ini  berisi Analisis Pendahuluan, Analisis Uji Hipotesa,  dan Analisis lanjut.
 BAB V :   PENUTUP
 Dalam bab ini  berisi kesimpulan dan saran-saran.
3. Bagian akhir.
Pada bagian ini memuat daftar pustaka, daftar riwayat hidup
penulis dan lampiran-lampiran .




[1] Arifin, Hubungan Timabal Balik Pendidikan Agama Islam Dilingkungan Keluarga, Jakarta: Bulan Bintang , 1976. hlm. 3
[2] Mas’ud, Abdurrahman, 2003. Menuju Paradigma Islam Humanis, Yogyakarta: Gema Media. Hlm.35

[3] Mustaqim,  Psikologi Pendidikan , ( Semarang Pustaka Pelajar. 2002)  hlm. 72.
[4] Arifin, Op.Cit. hlm. 7

[5] Tim dosen IKIP malang , Pengantar Didaktik Metodik PBM, (Jakarta , Rajawali Pers, 1990 ,) hlm 12.

[6] Danah Zohar, dan Ian Marshall. SQ : Memanfaatkan Kecerdasan Spiritual Dalam Berpikir Integralistik dan Holistik Untuk Memaknai Kehidupan. Bandung : Mizan.2001, hlm.2
[7]  Moh .Nazir, Metode Penelitian , (Bogor, Ghalia Indonesia, 2005) ,hlm 151

[8] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta , Rineka Cipta, 1990), hlm 102

[9] Raka Joni, Pengukuran Dan Penelitian Pendidikan,( Surabaya : Karya Anda, 1986), hlm. 2002
[10]  Moh.Nazir, Metode Penelitian., ( Bogor, Ghalia Indonesia, 2005) ,hlm 79

[11]  Margono.s. Metodologi Penelitian.(Jakarta: Rineks ct.I ,1996), hlm 98

[12]  Hadari Nawawi., Instrumen Bidang Penelitian, (Jogjakarta: YP. UGM, 1991), hlm. 120

    [13]  Winarno Surakhmad, Metode Penelitian Ilmiah, (Bandung : Tarsito, 1991). hlm 134

[14]  Sutrisno Hadi, Statistik I, YP UGM, 1985, hlm 294

Tidak ada komentar:

Posting Komentar