BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Disiplin merupakan suatu gambaran yang menyatakan hasil kegiatan atau perubahan
yang telah dicapai oleh seseorang melalui keuletan bekerja, baik secara
kualitas maupun kuantitas. Disiplin merupakan usaha untuk menanamkan kesadaran
pada setiap personal tentang tugas dan tanggungjawabnya agar menjadi orang yang
bersedia dan mampu memikul tanggungjawab atas semua pekerjaannya. Hadari Nawawi (2004:128)
Dengan
disiplin seseorang akan mendapatkan cerminan dalam proses belajarnya, apakah
dia termasuk ke dalam siswa yang baik yang secara otomatis bisa melanjutkan ke
jenjang pendidikan berikutnya atau sebaliknya, akan menjadi siswa yang tidak
baik karena tidak berdisiplin. Hal ini yang memicu semua komponen penunjang pendidikan
diri mulai dari pengelola pendidikan, guru, dan siswa, untuk selalu
meningkatkan mutu pendidikan terutama disiplin.
Dari
sekian banyak faktor yang mempengaruhi mutu pendidikan, salah satunya adalah
disiplin belajar.Keaktifan siswa dalam disiplin belajar dianggap sebagai sebuah
jalan untuk mencapai perilaku dan prestasi yang baik dalam belajar. Siswa yang
selalu ditempatkan sebagai objek baik suka ataupun tidak akan senantiasa
meningkatkan keaktifan dalam belajar.
Bermacam-macam
kegiatan yang dapat dilakukan oleh anak didik, baik melalui pendidikan formal
maupun pendidikan di luar sekolah sehingga disiplin dalam pelaksanaanya berbeda
dasarnya, disiplin itu ada yang didasari kehendak dan dorongan dari dirinya,
dan ada juga tumbuh dan berkembang melalui orang lain maupun lingkungan dimana
ia berada. Namun yang menjadi persoalan bagi kita adalah bagaimana agar
disiplin belajar yang dilakukan anak didik itu sifatnya positif dan berhasil,
dan juga dapat memberikan kemanfaatan baik bagi dirinya, keluarganya,
lingkunganya, dan bangsa serta negaranya.
Disiplin
belajar siswa dapat dimulai dari kebiasaan yang sering dilakukan diantaranya,
siswa mampu mempergunakan waktu yang baik, memiliki rasa tanggung jawab
terhadap tugas yang diberikan dan menyusun jadwal pelajaran.
Pendidikan
dan pengajaran adalah suatu proses yang sadar tujuan. Maksudnya tidak lain
bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan peristiwa yang terikat, terarah pada
tujuan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Sardiman, (2007: 57). Dalam
pendidikan dan pengajaran, tujuan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk
memberikan rumusan hasil yang diharapkan dari siswa/subyek belajar. Winarno
Surakhmad memberikan keterangan bahwa rumusan dan taraf pencapaian tujuan
pengajaran adalah merupakan petunjuk praktis tentang sejauh manakah interaksi
edukatif harus dibawa untuk mencapai tujuan akhir.
Ada
beberapa penyebab lain yang memperhambat perilaku siswa kurang baik,
diantaranya kurangnya ke disiplinan belajar pada diri siswa serta kurangnya
ketegasan sekolah dalam memberikan contoh perilaku yang baik. Dengan adanya
kesadaran diri untuk melaksanakan disiplin belajar yang di laksanakan
sehari-hari dapat membuahkan hasil yang baik sesuai dengan tujuan pendidikan
dan dalam penerapan disiplin memiliki keuntungan bagi peserta didik yaitu untuk
hidup dengan kebiasaan yang baik, positif dan bermanfaat bagi dirinya sendiri
dan lingkungannya. Pembiasaan dengan lingkungan sekolah mempunyai pengaruh
positif bagi siswa untuk masa depan.
SMK
dirancang untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan yang siap memasuki dunia
kerja dan mampu mengembangkan sikap profesional dibidang kejuruan. Lulusan
pendidikan kejuruan diharapkan menjadi individu yang produktif yang mampu
bekerja menjadi tenaga kerja menengah dan memiliki kesiapan untuk menghadapi
persaingan kerja.Tujuan SMK adalah menyiapkan kebutuhan tenaga kerja tingkat
menengah yang mempunyai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai
dengan kebutuhan lapangan kerja. Lulusan SMK diharapkan memiliki kesiapan kerja
yang baik guna mewujudkan tujuan pendidikan SMK, hal ini seharusnya hasil
belajar siswa SMK baik dan gemilang sesuai dengan harapan.
Dari
hasil pengamatan, hasil belajar siswa yang sebagian besar belum memenuhi KKM
disebabkan karena beberapa faktor berikut :
1.
Perilaku
disiplin siswa kurang maksimal;
2.
Kegiatan
belajar mengajar di kelas kurang melibatkan siswa dari aktifitas pembelajaran;
3.
Siswa
dalam melaksanakan praktek kerja kerjasamanya kurang kompak.
Dengan memahami uraian
mengenai perilaku disiplin dan kerjasama dalam praktek peneliti
membuktikan dari hasil belajar kopling
manual di SMK xxxxxxxxx khususnya kelas XI belum bermakna. Hal itu terlihat dari hasil belajar siswa
pada waktu peneliti melakukan kunjungan awal sebagai berikut:
Tabel .1
Hasil belajar siswa
Nilai
|
Jumlah Peserta Didik
|
Kategori
|
Presentase
|
Ketuntasan
|
90-100
70-80
50-60
30-40
|
0
2
17
5
|
Baik Sekali
Baik
Cukup Kurang
|
0 %
8,3 %
70,8 %
20,8 %
|
Tuntas
Tuntas
Tidak Tuntas Tidak Tuntas
|
24
|
100 %
|
Dari data tabel diatas menunjukkan banyak peserta didik yang tidak
memahami pembelajaran kopling manual, jika dilihat dari tingkat ketuntasannya
tidak ada peserta didik atau 2 siswa atau 8,3 % yang tuntas, sedangkan peserta
didik yang belum tuntas ada 22 siswa atau 91,7 %.
Hal
tersebut terindikasi dalam bentuk hasil evaluasi yang rendah dan siswa tidak
mampu menerapkan pengetahuannya dalam kehidupannya. Keadaan tersebut tentu saja
tidak dapat dibiarkan. Karena belajar dilakukan untuk mengusahakan adanya
perubahan perilaku pada individu yang belajar. Purwanto, (2009:45). Karena
penguasaan konsep siswa di SMK xxxxxxxx sangat berpengaruh pada
hasil belajar dan penerapannya dalam kehidupan. Di samping itu pengetahuan awal
siswa di SMK Rxxxxxxxxx merupakan dasar untuk dapat mempelajari
konsep-konsep selanjutnya di jenjang-jenjang selanjutnya.
Guna
membuktikan hal tersebut, apakah ada pengaruh dari disiplin belajar dan
kerjasama dalam praktek kerja terhadap hasil
belajar, maka di perlukan penelitian lebih lanjut untuk itulah penulis memilih
judul bagi penelitian skripsi yaitu, “Pengaruh Perilaku Disiplin Dan
Kerjasama Dalam Praktek Kerja Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Kopling
Manual Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Xxxxxx ”.
B.
Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah
tersebut diatas, maka dapat dimunculkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Perilaku Disiplin Dalam
Praktek Kerja siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Xxxxxx ?
2. Bagaimana Kerjasama Dalam Praktek Kerja siswa Kelas XI Teknik Kendaraan
Ringan SMK Xxxxxx ?
3. Adakah pengaruh antara Perilaku Disiplin Dan Kerjasama Dalam
Praktek Kerja Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Kopling Manual Kelas XI
Teknik Kendaraan Ringan SMK Xxxxxx ?
C. Tujuan penelitian.
Penelitian ini diharapkan dapat:
1.
Mengetahui Perilaku
Disiplin Dalam Praktek Kerja siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Xxxxxx .
2.
Mendiskripsikan Kerjasama Dalam
Praktek Kerja siswa Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Xxxxxx .
3.
Mengetahui
pengaruh Perilaku Disiplin Dan Kerjasama Dalam Praktek Kerja Terhadap Hasil
Belajar Mata Pelajaran Kopling Manual Kelas XI Teknik Kendaraan Ringan SMK Xxxxxx
D. Manfaat Penelitian.
Beberapa
menfaat penelitian diharapkan akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan
pembelajaran, khususnya guru SMKdan semua pihak yang berkepentingan terutama:
1.
Bagi pengawas, penelitian ini diharapkan dapat sebagi acuan dalam
memberikan pembinaan demi peningkatan mutu pendidikan.
2.
Bagi SMK, penelitian ini dapat bermanfaat untuk tambahan bekal pengalaman
sebagai pedoman lebih lanjut dalam mengambil kebijakan di SMK dalam mengembangkan
kualitas hasil belajar mengajar kepada
guru da n siswa.
3.
Bagi guru, hasil penelitian ini semoga dapat bermanfaat dalam menambah
khasanah keilmuan, sehingga semakin luas wawasan berfikir inovatif dan kreatif
dalam pendidikan ke depan terutama dalam memperkaya bekal berimprovisasi dalam
pembelajaran yang penuh kreatif yang pada akhirnya akan menyenangkan bagi siswa
dalam pembelajaran.
4.
Bagi komite, hasil penelitan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam
memberikan motivasi pembelajaran untuk kepentingan bersama.
5.
Bagi siswa, hasil
penelitian dapat meningkatkan rasa percaya diri, disiplin dan tanggung jawab,
serta mengetahui arti penting disiplin dan tanggungjawab dalam melaksanakan
tugas.
6.
Bagi orang tua, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam
memotivasi anak dalam belajar disilplin dan kerjasama secara berkesinambungan.
7.
Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan
penelitian lebih lanjut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar