Senin, 05 Desember 2016

PROPOSAL SKRIPSI TARBIYAH PAI

PROPOSAL

IMPLEMETASI PENDEKATAN TEMATIK
MATA PELAJARAN AL-QURAN HADIST SISWA ……………. JEPARA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

A.  Latar Belakang Masalah
 ”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”[1]
Pendidikan di abad pengetahuan ini menuntut adanya manajemen yang modern dan profesional dengan bernuansa pendidikan. “Pendidikan mempunyai peranan yang amat srategis untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberdayaan dan kecerdasan emosional yang tinggi dan menguasai mega skills yang mantap. Untuk itu, lembaga pendidikan dalam berbagai jenis dan jenjang memerlukan pencerahan dan pemberdayaan dalam berbagai aspek.”[2]
Lembaga-lembaga pendidikan diharapkan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi, dan keterlibatan orang tua/masyarakat. Tidak kalah pentingnya adalah sosok penampilan guru yang ditandai dengan keunggulan dalam nasionalisme dan jiwa juang, keimanan dan ketakwaan, penguasaan iptek, etos kerja dan disiplin, profesionalisme, kerja sama dan belajar dengan berbagai disiplin, wawasan masa depan, kepastian karier, dan kesejahteraan lahir dan batin. Tujuan pendidikan pada dasarnya adalah untuk mengantarkan peserta didik menuju perubahan-perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap, moral, maupun sosial agar dapat hidup mandiri sebagai makhluk individu dan hidup bermasyarakat dengan baik sebagai makhluk sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut peserta didik berinteraksi dengan lingkungan belajar, dimana pada lingkungan belajar di sekolah interaksi ini diatur oleh guru. Salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang berada di garda terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan para peserta didik di kelas melalui proses belajar mengajar. Selama ini, praktek belajar-mengajar di kelas sering kontraproduktif akibat asumsi yang keliru dalam memposisikan guru dan peserta didik. Guru dipandang sebagai figur yang serba bisa, paling tahu, bahkan nyaris tidak pernah salah di hadapan peserta didik. Sementara di lain pihak, peserta didik dipandang sebagai penerima pengetahuan yang kadar pemahamannya tidak akan melebihi tingkat pemahaman guru.[3]
Anggapan demikian adalah sebuah kekeliruan yang fatal. Disadari atau tidak, hal ini menjadikan peserta didik tidak mempunyai ruang bebas untuk berkembang. Padahal di era sekarang tidak menutup kemungkinan peserta didik sangat kreatif dalam memanfaatkan informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber. Bisa jadi, informasi yang dimiliki mereka lebih banyak karena akses dan fasilitas untuk mendapatkannya lebih lengkap dari pada yang dimiliki guru. Adapun salah satu model pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mengelola proses pembelajaran yang efektif dan dapat memberikan peserta didik ruang bebas untuk mewujudkan potensinya adalah model pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. “Melalui pengalaman langsung peserta didik akan memahami 16 konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya.”[4]
 ”Menurut Djahiri (2002) dalam proses pembelajaran prinsip utamanya adalah adanya proses keterlibatan seluruh atau sebagian besar potensi diri siswa (fisik dan nonfisik) dan kebermaknaannya bagi diri dan kehidupannya saat ini dan di masa yang akan datang (life skill).”[5] Sedangkan menurut Luthfiyah Nurlaela, bahwa: Model pembelajaran tematik memiliki kelebihan karena cara pendekatannya yang sistematik dan cukup memberi peluang pelibatan berbagai pengalaman siswa. Tema-tema yang diangkat dipilih dari hal- hal yang dikemukakan siswa, yang mungkin bertolak dari pengalaman sebelumnya, serta berdasarkan kebutuhan yang dirasakan siswa (felt need) (Joni, 1996). Menurut Kovalik dan McGeehan (1999), tema menyediakan struktur jalan pijakan ke konsep-konsep yang penting yang membantu siswa melihat pola serta membuat hubungan-hubungan di antara fakta-fakta dan ide-ide yang berbeda.[6]
 Pembelajaran tematik memiliki ciri berpusat pada peserta didik (student centered). Peserta didik didorong untuk menemukan, melakukan, dan mengalami secara kontekstual dengan menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki dan lingkungan sekitarnya. “Pembelajaran menjadi lebih bermakna, karena peserta didik secara langsung ‘melakukan’ (doing) dan ‘mengalami’ (experience) sendiri suatu aktivifitas (pembelajaran).”[7]
 Di dalam belajar, aktivitas sangat diperlukan. Sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas. Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang penting di dalam interaksi belajar-mengajar. Dalam pembelajaran, yang lebih banyak melakukan aktivitas di dalam pembentukan diri adalah anak itu sendiri, sedang pendidik memberikan bimbingan dan merencanakan segala kegiatan yang akan diperbuat oleh anak didik.
Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul: “Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ………… Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016”
B.  Penegasan Istilah
Penelitian Setelah penulis pengemukakan latar belakang masalah di atas, dapatlah terlihat luasnya permasalahan yang di dapat. Karena adanya keterbatasan waktu dan pengetahuan yang penulis miliki serta untuk memperjelas dan memberikan arah yang tepat dalam pembahasan skripsi, maka penulis berusaha memberikan batasan sesuai dengan judul, yaitu sebagai berikut:
1.    Implemetasi pendekatan  tematik pada mata pelajaran al-quran hadist
Implementasi ialah pelaksanaan atau penerapan.[8]
Pendekatan  tematik adalah suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadukan beberapa kompetensi dasar (KD) dan indicator darikurikulum standar isi (SI) dari beberapa mapel menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu tema. [9] Adapun yang dimaksud adalah pembelajaran tematik pada mata pelajaran al-quran hadist, yang dikaitkan dengan beberapa materi pelajaran lain dalam satu tema. Jadi, pelajaran utamanya adalah al-quran hadist dan dipadukan dengan beberapa materi pelajaran lain yang terkait dengan tema.
Mata pelajaran Al-Qur’an Hadist adalah salah satu mata pelajaran PAI yang menekankan pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an dan hadis dengan benar, serta hafalan terhadap surat-surat pendek dalam Al-Qur'an, pengenalan arti atau makna secara sederhana dari surat-surat pendek tersebut dan hadis-hadis tentang akhlak terpuji untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan dan pembiasaan.[10]
2.    Siswa kelas II Madrasah Ibtidaiyah : siswa yang dimaksud adalah siswa pada kelas awal sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah, yaitu kelas dua.
Jadi implemetasi pendekatan tematik pada mata pelajaran al-quran hadist siswa kelas II adalah penerapan pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadukan beberapa kompetensi dasar (KD) dan indicator darikurikulum standar isi (SI) dari beberapa mapel menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu tema dengan berdasarkan salah satu mata pelajaran PAI yang menekankan pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an dan hadis dengan benar, serta hafalan terhadap surat-surat pendek dalam Al-Qur'an, pengenalan arti atau makna secara sederhana dari surat-surat pendek tersebut dan hadis-hadis tentang akhlak terpuji untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan dan pembiasaan.
C.  Rumusan Masalah
Berdasarkan penegasan istilah  di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian, yaitu:
Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
1.    Bagaimana Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016?
2.    Apa faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016?
3.    Apa faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016?
D.  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.    Untuk mendiskripsikan implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
2.    Untuk mengetahui faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
3.    Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
E.  Manfaat  Penelitian
Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.    Manfaat Teoritis.
a.    Dapat  mendiskripsikan implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
b.    Dapat  mengetahui faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
c.    Dapat mengetahui mengetahui faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
2.    Manfaat Praktis.
a.    Bagi Siswa
Implemetasi pendekatan tematik diharapkan dapat memunculnya sikap keilmiahan siswa, misalnya sikap objektif, rasa ingin tahu yang tinggi, dan berpikir kritis, sehingga dapat mempengaruhi motivasi belajar dalam diri siswa.
b.    Bagi Sekolah
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengelola MI ..................Jepara agar dapat mengoptimalkan peranan para pendidiknya dalam mengimplementasikan pendekatan pendekatan tematik terhadap siswa. Dan, sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana perkembangan peserta didik setelah diterapkannya pendekatan tematik  dalam kegiatan belajar mengajar Al-quran hadist.
c.    Bagi Kepala Sekolah
Dengan berpedoman pada hasil penelitian ini, kepala dapat member dorongan kepada dewan guru agar senantiasa kreatif dan berinovasi dalam pembelajaran supaya siswa-siswanya termotivasi belajar sehingga prestasi belajar dapat meningkat.

E.  Kajian Pustaka
Fungsi dari kajian pustaka adalah untuk mengemukakan teori dari buku-buku yang sesuai dengan judul penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan sejauh ini, dan telah peneliti ketahui adalah:
1.    Masnur Muslich Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dengan tema diharapkan dapat memberikan banyak keuntungan, diantaranya: (1) siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, (2) siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran dalam tema yang sama, (3) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa, (4) siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas, (5) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial, pemantapan, atau pengayaan. Berdasarkan kelebihan dari pembelajaran tematik di atas, maka para pakar pendidikan di Indonesia menerapkan pembelajaran tematik atau pembelajaran terpadu sehingga pembelajaran diarahkan agar mampu memberikan sesuatu secara menyeluruh kepada siswa. Secara aktif siswa terlibat dalam proses pembelajaran terpadu dapat dipandang sebagai upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat dasar.[11]
2.    Trianto menyatakan pembelajaran tematik terpadu merupakan suatu model pembelajaran yang membawa pada kondisi pembelajaran yang relevan dan bermakna untuk anak. Pembelajaran terpadu merupakan media pembelajaran yang secara efektif membantu anak untuk belajar secara terpadu dalam mencari hubungan-hubungan dan keterkaitan antara apa yang telah mereka ketahui dengan hal-hal baru atau informasi baru yang mereka temukan dalam proses belajarnya sehari-hari. Menurut Joni, T. R, Pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual maupun kelompok, aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. [12]
3.    Pembelajaran tematik yang diterapkan pada kelas-kelas awal sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah membawa beberapa implikasi yang harus disadari oleh semua pihak. Implikasi itu bagaikan sebilah mata pedang yang mempunyai dua sisi. Satu pihak memberikan keuntungan tetapi pihak yang lainnya membawa konsekunsi-konsekuensi yang ditanggung oleh penanggung jawab pendidikan. Dalam implementasi pembelajaran tematik di MI guru di tuntut untuk kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.[13]
Dari beberapa uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran terpadu adalah suatu model pembelajaran yang dalam kegiatan pembelajarannya menggabungkan berbagai materi pelajaran dalam suatu topik tertentu, baik intra studi ataupun antar bidang studi. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, siswa dituntut untuk aktif dan menggali pengetahuannya sendiri. Siswa diarahkan untuk memandang sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda, sehingga tercipta jalinan skemata yang membuat pengetahuan yang diperolehnya menjadi bermakna dan otentik.
Kemudian peneliti juga mengkaji dari beberapa skripsi pendahulu yang relevan sebagai bahan pertimbangan dalam analisis data yaitu:
Skripsi saudara Yovita Dian Putranti NIM 10108241079, berjudul: Implementasi Pembelajaran Tematik Integratif Dengan Pendekatan Saintifik Kelas Iv B Sd Negeri Percobaan 3 Pakem, Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas IV B telah melaksanakan pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik yang telah dilaksanakan meliputi; (1) mengamati, (2) menanya, (3) menalar, (4) mencoba, (5) mengolah, (6) menyimpulkan, (7) menyajikan, dan (8) mengkomunikasikan. Penggunaan metode dan media dalam pembelajaran pun menyesuaikan pada pembelajaran berdasarkan buku pegangan guru. Manfaat dari implementasi pembelajaran tematik integrative dengan pendekatan saintifik yaitu siswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga dapat memperoleh informasi berdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan. Teknik penilaian yang digunakan oleh guru yaitu tes lisan, tes tulis, penugasan dan kinerja.
Skripsi saudara Zulia Idda Fitriya NIM : 093111346, berjudul :Upaya Meningkatkan Kemampuan membaca huruf Arab dengan Pendekatan Tematik (Studi Taindakan Kelas I MI Al-Ittihad Rowo kandangan Temanggung Tahun Ajaran 2010/2011 ), Kajian ini menunjukkan bahwa kondisi awal rata-rata hasil evaluasi membaca huruf arab 64,23. Pada pembelajaran dengan pendekatan tematik tema Lingkungan siklus I terdapat peningkatan rata-rata hasil evaluasi membaca huruf Arab 64,84. Pada siklus I belum tampak adanya peningkatan yang memadai. Aspek yang menjadi kendala pada siklus I meliputi : pembeelajaran masih terpusat pada guru, siswa belum diberi kesempatan untuk terlibat aktif. Proses pembelajaran siklus II dilakukan melalui pendekatan tematik dengan tema Pengalamanku.siswa membentuk kelompok berpasangan dua orang. Situasi belajar menyenangkan siswa karena semua siswa terlibat aktif. Rata-rata hasil evaluasi membaca huruf arab meningkat secara signifikan 72,32, sehingga kriteria ketuntasan minimal 70,00 dapat dipenuhi. Temuan tersebut ememberi rekomendasi bahwa pendekatan tematik membentuk kelompok kecil berpasangan , dapat meningkatkan hasil pembelajaan. Dengan demikian teknik ini layak diujicobakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran lainnya untuk mencapai hasil belajar optimal sesuai harapan.
Skripsi saudara Latifah Nurul Aeni ( 073911012), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo, berjudul: Implementasi Pembelajaran Tematik di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Semarang Tahun Pelajaran 2011/2012, Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi pembelajaran tematik di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Semarang tahun pelajaran 2011/2012 pelaksanaannya saat ini dapat dikatakan sudah cukup baik dan sesuai dengan standar unsur pembelajaran tematik. Terlihat dari beberapa bukti antara lain : 1) keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran menjadi bertambah 2) peserta didik sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan 3) penyerapan materi menjadi lebih optimal 4) hasil belajar menjadi lebih meningkat. Akan tetapi dipandang Semarang bahwa dalam suatu pelaksanaannya masih belum optimal, dan suatu langkah untuk menuju optimal akan tetap diusahakan dengan memaksimalkan faktor dari kelebihan dan meminimalisir faktor kekurangan.
Dalam skripsi yang penulis susun berbeda dari skripsi pendahulunya karena dalam skripsi ini focus dalam penerapan pendekatan tematik pada mata pelajaran al-quran hadist.
F.   Metode  Penelitian
Untuk memperoleh hasil penelitian yang valid, maka peneliti akan menerangkan beberapa metode yang dipergunakan dalam skrispsi ini:
1..Jenis dan Pendekatan
a.    Jenis Penelitian
Jenis peneliti menggunakan jenis penelitian deskriftif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara variabel, satu dengan variabel yang lain.[14]
Penelitian ini berusaha menjawab pertannyaan-pertannyaan apakah dan mendeskripsikan hasil penelitian. Dengan demikian, peneliti akan memberikan kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan.
b.    Pendekatan Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
Menurut Bogman dan Tailor yang dikutif Lexi J. Moeleong, penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.[15]
Kegunaan Metode Kualitatif menurut Lexi J. Moeleong  seperti  yang di kutif  Nur Khoiri adalah   :
1)   Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah
2)   Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden
3)   Metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.[16]    
2..Subyek Penelitian
Adapun subyek penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Kepala Madrsah
Kepala Madrasah disini sebagai orang yang mempunyai wewenang dalam menentukan kebijakan di madrasah dan kegiatan pembelajaran di MI ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016.
b.    Guru Al-quran Hadist
Guru merupakan orang  yang melaksanakan pembelajaran di dalam kelas. Maka dari itu, peran guru sangat penting dalam penelitian ini karena guru nantinya yang mengaplikasikan strategi pembelajaran inquiry dalam Al-quran Hadist  di MI ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016, serta sebagai sumber data primer dalam penelitian ini.
c.    Siswa
Siswa dalam hal ini sebagai unsur yang juga memiliki peran penting guna tercapainya tujuan penelitian. Siswa sebagai subyek dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016.
3.    Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
b.    Mengetahui faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
c.    Faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
4.    Pengumpulan Data
Data yang ada dalam penelitian ini adalah data kepustakaan (Library research), data merupakan teori-teori dari para ahli yang berhubungan dengan penelitian ini, data yang diperoleh dengan cara peneliti terjun kelapangan.
a.    Teknik Pengumpulan Data
Untuk mempermudah memperoleh data di lapangan, penulis menggunakan beberapa Teknik, yaitu:
1)   Wawancara
Merupakan alat informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.[17] Teknik wawancara menghendaki komunikasi langsung antara penyelidikan subjek atau responden. Berdasarkan strukturnya, pada penelitian kualitatif ada 2 jenis wawancara yaitu:
a)    Wawancara relatif tertutup, wawancara format ini difokuskan pada topik khusus atau umum, panduan dibuat rinci, namun nara sumber tetap terbuka dalam berfikir.
b)   Wawancara terbuka, peneliti memberi kebebasan diri kepada nara sumber untuk berbicara secara luas dan mendalam, pada wawancara ini, subjek peneliti lebih kuat pengaruhnya dalam menentukan isi wawancara.[18]  
Teknik ini digunakan untuk menggali data tentang profil sekolah, keadaan umum sekolah dan pelaksanaan aplikasi Teknik Inquiry dalam proses  pembelajaran Al-quran Hadistdi Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara. Adapun sumber informasinya diperoleh dari adalah:
a)    Kepala Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara  untuk mendapatkan informasi umum tentang Madrasah .
b)   Waka kurikulum untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara .
c)    Dewan Guru untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan Teknik belajar dan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara .
d)   Pihak-pihak lain yang berkaitan dengan perolehan data dalam penulisan skripsi ini.
2)   Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Teknik ini penulis digunakan untuk memperoleh data tentang situasi dan kondisi umum aplikasi Teknik Inquiry dalam proses  pembelajaran Al-quran Hadistdi Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah. Teknik ini juga digunakan  untuk mengetahui pengelolaan secara keseluruhan, letak geografis serta untuk mengembangkan data-data yang terkait dengan lembaga pendidikan yang bersangkutan.
3)   Dokumentasi
Teknik Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, legger, agenda dan sebagainya.[19] Teknik ini dipergunakan untuk memperoleh data tentang keadaan dan situasi umum Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah serta data-data lain yang bersifat dokumen.
b.    Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil observasi wawancara dan lainnya guna meningkatkan pemahaman penelitian tentang kasus yang diteliti dan menjadikannya sebagai teman bagi orang lain. Sedangkan demi meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan  berupaya mencari makna.[20]
Pola analisis penelitian ini menggunakan pola pikir induktif yaitu mengangkat dari fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus tersebut dipelajari dan dianalisis sehingga bisa dibuat suatu kesimpulan dan generalisasi yang bersifat umum.
Sedangkan teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain adalah teknik triangulasi. Teknik triangulasi berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alasan yang berbeda dalam penelitian kualitatif hal itu dapat dicapai dengan beberapa jalan. diantaranya:
1)   Membandingkan data hasil pengamatan dan hasil wawancara.
2)   Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
3)   Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknis pengumpulan data dan
4)   Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan Teknik yang sama.[21]
Analisis data yang digunakan yaitu analisis nonstatistik yaitu menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Analisis data yang diwujudkan bukan dalam bentuk angka melainkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif terhadap Madrasah Ibtidaiyah  Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara .[22]
G. Sistematika Penulisan Skripsi
Agar skripsi ini lebih mudah untuk dimengerti dan difahami sebelum membaca secara keseluruhan, maka penulis memberikan sistematika pembahasan sebagai berikut :
1. Bagian Depan Skripsi.
Pada bagian ini memuat beberapa halaman yaitu: Halaman Judul, Halaman Persetujuan Pembimbing, Halaman Pengesahan, Halaman Motto dan  Persembahan, Halaman Abstraksi, Kata Pengantar, Daftar Isi, dan Daftar Lampiran.
2. Bagian Isi.
Pada bagian ini memuat lima bab yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN, terdiri dari: Latar Belakang Masalah, Penegasan Istilah, Rumusan Masalah, Tujuan penelitian, Manfaat Penelitian, Sistematika Penelitian.
BAB II : LANDASAN TEORI MELIPUTI:
A. Konsep Belajar dan Pembelajaran, Pembelajaran Al-quran hadist Untuk Kelas II MI
B.  Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist berisi: Pengertian Pembelajaran Tematik, Landasan Pembelajaran Tematik, Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik, Karakteristik Pembelajaran Tematik, Prinsip Pembelajaran Tematik, Langkah-langkah Pembelajaran Tematik, Keunggulan Model Pembelajaran Tematik.
C.  Materi mata pelajaran Al-quran Hadist yang meliputi : Pengertian Al-quran Hadist, Fungsi dan tujuan  Al-quran Hadist, kurikulum Al-quran Hadist.
D. Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
BAB III : KAJIAN OBYEK PENELITIAN
A.  Deskripsi  umum tentang Madarsah Ibtidaiyah ..................Jepara, Menjelasakan tentang letak geogtrafis, Sejarah berdirinya, keadaan sarana-prasarana,Visi dan Misi, Keadaan guru dan siswa, Struktur organisasi, tujuan dan kurikulum
B.  Data Khusus
1.    Implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
2.    Faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
3.    Faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
BAB IV : PEMBAHASAN TENTANG IMPLEMETASI PENDEKATAN TEMATIK MATA PELAJARAN AL-QURAN HADIST SISWA ..................JEPARA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
A.  Implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
B.  Faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
C.  Faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
BAB V : PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan, saran-saran, kata penutup.
3.      Bagian Akhir.
Bagian ini memuat Daftar Kepustakaan, Lain-lain, dan Daftar riwayat   pendidikan penulis.



[1] Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, 2003 ) hal.1
[2] Kunandar, Guru Profesional, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007), hlm. 12.
[3] Departemen Agama, Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tematik, (Jakarta, Departemen Agama RI, 2005), hlm. 7
[4] http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/20/pembelajaran-tematik-arti-penting
[5]  Kunandar, Guru Profesional: Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta: Rajawali Press, 2009), hlm. 287
[6] http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=33361
[7] Abdul Munir dkk, Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tematik, (Jakarta:Depag dan Dirjen KAI, 2005), hlm. 8
[8] DEPDIKNAS, Kamus besar bahasa Indonesia, (Jakarta: DEPDIKNAS, 2009), hlm.567
[9]Sukayati dkk, Pembelajaran Tematik di SD/MI, ( Jakarta: Depdiknas, 2013), hlm.13
[10] Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Thlm. 2008, Tentang Standar Kompetensi Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah
[11] Masnur Muslich, KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 164
[12] Trianto, Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2009), hlm. 79
[13] http://atibilombok.blogspot.com/2014/06/makalah-karakteristik-pembelajaran.html
[14] Sugiono, Metode Penelitian Administrasi, ( Bandung: Alfabeta, 2003), hlm. 11
[15] Lexi J. Moeleong, Metode Penelitian Kualitatif, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004),hlm. 4 
[16] Nur Khoiri, Metode Penelitian Pendidikan, ( Jepara: INISNU, 2012), hlm. LXII
[17] S. Margono, Op.Cit., hlm. 165.
[18] Sudarwan Danim, Op.Cit, hlm. 132.
[19] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998), hlm. 236. 
[20] Noeng Muhadjir, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 1996), hlm. 104. 
[21] Lexy J. Moleong, Op.Cit., hlm. 330-331.
[22] Lexy J. Moleong, Ibid, hlm. 103.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar