PROPOSAL
IMPLEMETASI
PENDEKATAN TEMATIK
MATA
PELAJARAN AL-QURAN HADIST SISWA ……………. JEPARA TAHUN PELAJARAN 2015/2016
A.
Latar
Belakang Masalah
”Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.”[1]
Pendidikan
di abad pengetahuan ini menuntut adanya manajemen yang modern dan profesional
dengan bernuansa pendidikan. “Pendidikan mempunyai peranan yang amat srategis
untuk mempersiapkan generasi muda yang memiliki keberdayaan dan kecerdasan
emosional yang tinggi dan menguasai mega skills yang mantap. Untuk itu, lembaga
pendidikan dalam berbagai jenis dan jenjang memerlukan pencerahan dan
pemberdayaan dalam berbagai aspek.”[2]
Lembaga-lembaga
pendidikan diharapkan mampu mewujudkan peranannya secara efektif dengan
keunggulan dalam kepemimpinan, staf, proses belajar mengajar, pengembangan
staf, kurikulum, tujuan dan harapan, iklim sekolah, penilaian diri, komunikasi,
dan keterlibatan orang tua/masyarakat. Tidak kalah pentingnya adalah sosok
penampilan guru yang ditandai dengan keunggulan dalam nasionalisme dan jiwa
juang, keimanan dan ketakwaan, penguasaan iptek, etos kerja dan disiplin,
profesionalisme, kerja sama dan belajar dengan berbagai disiplin, wawasan masa
depan, kepastian karier, dan kesejahteraan lahir dan batin. Tujuan pendidikan
pada dasarnya adalah untuk mengantarkan peserta didik menuju
perubahan-perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap, moral, maupun
sosial agar dapat hidup mandiri sebagai makhluk individu dan hidup
bermasyarakat dengan baik sebagai makhluk sosial. Untuk mencapai tujuan
tersebut peserta didik berinteraksi dengan lingkungan belajar, dimana pada
lingkungan belajar di sekolah interaksi ini diatur oleh guru. Salah satu faktor
utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang berada di garda
terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan
langsung dengan para peserta didik di kelas melalui proses belajar mengajar.
Selama ini, praktek belajar-mengajar di kelas sering kontraproduktif akibat
asumsi yang keliru dalam memposisikan guru dan peserta didik. Guru dipandang
sebagai figur yang serba bisa, paling tahu, bahkan nyaris tidak pernah salah di
hadapan peserta didik. Sementara di lain pihak, peserta didik dipandang sebagai
penerima pengetahuan yang kadar pemahamannya tidak akan melebihi tingkat
pemahaman guru.[3]
Anggapan
demikian adalah sebuah kekeliruan yang fatal. Disadari atau tidak, hal ini
menjadikan peserta didik tidak mempunyai ruang bebas untuk berkembang. Padahal
di era sekarang tidak menutup kemungkinan peserta didik sangat kreatif dalam
memanfaatkan informasi yang diperolehnya dari berbagai sumber. Bisa jadi,
informasi yang dimiliki mereka lebih banyak karena akses dan fasilitas untuk
mendapatkannya lebih lengkap dari pada yang dimiliki guru. Adapun salah satu
model pembelajaran yang dapat membantu guru untuk mengelola proses pembelajaran
yang efektif dan dapat memberikan peserta didik ruang bebas untuk mewujudkan
potensinya adalah model pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik lebih
menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam proses belajar secara aktif
dalam proses pembelajaran, sehingga peserta didik dapat memperoleh pengalaman
langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang
dipelajarinya. “Melalui pengalaman langsung peserta didik akan memahami 16
konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang
telah dipahaminya.”[4]
”Menurut Djahiri (2002) dalam proses
pembelajaran prinsip utamanya adalah adanya proses keterlibatan seluruh atau
sebagian besar potensi diri siswa (fisik dan nonfisik) dan kebermaknaannya bagi
diri dan kehidupannya saat ini dan di masa yang akan datang (life skill).”[5]
Sedangkan menurut Luthfiyah Nurlaela, bahwa: Model pembelajaran tematik
memiliki kelebihan karena cara pendekatannya yang sistematik dan cukup memberi
peluang pelibatan berbagai pengalaman siswa. Tema-tema yang diangkat dipilih
dari hal- hal yang dikemukakan siswa, yang mungkin bertolak dari pengalaman
sebelumnya, serta berdasarkan kebutuhan yang dirasakan siswa (felt need)
(Joni, 1996). Menurut Kovalik dan McGeehan (1999), tema menyediakan struktur
jalan pijakan ke konsep-konsep yang penting yang membantu siswa melihat pola
serta membuat hubungan-hubungan di antara fakta-fakta dan ide-ide yang berbeda.[6]
Pembelajaran tematik memiliki ciri berpusat
pada peserta didik (student centered). Peserta didik didorong untuk menemukan,
melakukan, dan mengalami secara kontekstual dengan menggunakan seluruh sumber
daya yang dimiliki dan lingkungan sekitarnya. “Pembelajaran menjadi lebih
bermakna, karena peserta didik secara langsung ‘melakukan’ (doing) dan
‘mengalami’ (experience) sendiri suatu aktivifitas (pembelajaran).”[7]
Di dalam belajar, aktivitas sangat diperlukan.
Sebab pada prinsipnya belajar adalah berbuat. Berbuat untuk mengubah tingkah
laku, jadi melakukan kegiatan. Tidak ada belajar kalau tidak ada aktivitas.
Itulah sebabnya aktivitas merupakan prinsip atau asas yang penting di dalam
interaksi belajar-mengajar. Dalam pembelajaran, yang lebih banyak melakukan
aktivitas di dalam pembentukan diri adalah anak itu sendiri, sedang pendidik
memberikan bimbingan dan merencanakan segala kegiatan yang akan diperbuat oleh
anak didik.
Berdasarkan
uraian di atas penulis tertarik melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas dengan
judul: “Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa …………
Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016”
B.
Penegasan
Istilah
Penelitian
Setelah penulis pengemukakan latar belakang masalah di atas, dapatlah terlihat
luasnya permasalahan yang di dapat. Karena adanya keterbatasan waktu dan
pengetahuan yang penulis miliki serta untuk memperjelas dan memberikan arah
yang tepat dalam pembahasan skripsi, maka penulis berusaha memberikan batasan
sesuai dengan judul, yaitu sebagai berikut:
1.
Implemetasi
pendekatan tematik pada mata pelajaran
al-quran hadist
Implementasi ialah pelaksanaan atau penerapan.[8]
Pendekatan tematik adalah
suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau
memadukan beberapa kompetensi dasar (KD) dan indicator darikurikulum standar
isi (SI) dari beberapa mapel menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu
tema. [9]
Adapun yang dimaksud adalah pembelajaran tematik pada mata pelajaran al-quran
hadist, yang dikaitkan dengan beberapa materi pelajaran lain dalam satu tema.
Jadi, pelajaran utamanya adalah al-quran hadist dan dipadukan dengan beberapa
materi pelajaran lain yang terkait dengan tema.
Mata pelajaran Al-Qur’an Hadist adalah salah satu mata pelajaran
PAI yang menekankan pada kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an dan hadis
dengan benar, serta hafalan terhadap surat-surat pendek dalam Al-Qur'an,
pengenalan arti atau makna secara sederhana dari surat-surat pendek tersebut
dan hadis-hadis tentang akhlak terpuji untuk diamalkan dalam kehidupan
sehari-hari melalui keteladanan dan pembiasaan.[10]
2.
Siswa
kelas II Madrasah Ibtidaiyah : siswa yang dimaksud adalah siswa pada kelas awal
sekolah dasar/ madrasah ibtidaiyah, yaitu kelas dua.
Jadi
implemetasi pendekatan tematik pada mata pelajaran al-quran hadist siswa kelas
II adalah penerapan pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan atau memadukan
beberapa kompetensi dasar (KD) dan indicator darikurikulum standar isi (SI)
dari beberapa mapel menjadi satu kesatuan untuk dikemas dalam satu tema dengan
berdasarkan salah satu mata pelajaran PAI yang menekankan pada kemampuan
membaca dan menulis Al-Qur'an dan hadis dengan benar, serta hafalan terhadap
surat-surat pendek dalam Al-Qur'an, pengenalan arti atau makna secara sederhana
dari surat-surat pendek tersebut dan hadis-hadis tentang akhlak terpuji untuk
diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui keteladanan dan pembiasaan.
C.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan
penegasan istilah di atas, maka peneliti
merumuskan masalah penelitian, yaitu:
Implemetasi
Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
1.
Bagaimana
Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016?
2.
Apa faktor-faktor
pendukung dalam Implemetasi
Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016?
3.
Apa faktor-faktor
penghambat dalam Implemetasi
Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016?
D.
Tujuan
Penelitian
Tujuan
penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
mendiskripsikan implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist
Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
2.
Untuk
mengetahui faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata
Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran
2015/2016
3.
Untuk
mengetahui faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata
Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran
2015/2016
E. Manfaat Penelitian
Dengan adanya
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:
1.
Manfaat Teoritis.
a.
Dapat mendiskripsikan
implemetasi pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
b.
Dapat mengetahui
faktor-faktor
pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran
Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
c.
Dapat mengetahui mengetahui faktor-faktor penghambat dalam Implemetasi Pendekatan
Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun
Pelajaran 2015/2016
2.
Manfaat Praktis.
a.
Bagi Siswa
Implemetasi
pendekatan tematik diharapkan dapat memunculnya sikap keilmiahan siswa,
misalnya sikap objektif, rasa ingin tahu yang tinggi, dan berpikir kritis,
sehingga dapat mempengaruhi motivasi belajar dalam diri siswa.
b.
Bagi Sekolah
Hasil
penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi pengelola MI ..................Jepara agar dapat mengoptimalkan peranan para
pendidiknya dalam mengimplementasikan pendekatan pendekatan tematik terhadap
siswa. Dan, sebagai tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana perkembangan
peserta didik setelah diterapkannya pendekatan tematik dalam kegiatan belajar mengajar Al-quran
hadist.
c.
Bagi Kepala Sekolah
Dengan berpedoman pada hasil
penelitian ini, kepala dapat member dorongan kepada dewan guru agar senantiasa
kreatif dan berinovasi dalam pembelajaran supaya siswa-siswanya termotivasi
belajar sehingga prestasi belajar dapat meningkat.
E.
Kajian Pustaka
Fungsi dari
kajian pustaka adalah untuk mengemukakan teori dari buku-buku yang sesuai
dengan judul penelitian. Dari penelitian yang telah dilakukan sejauh ini, dan
telah peneliti ketahui adalah:
1.
Masnur Muslich Pembelajaran tematik adalah
pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran
sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dengan tema
diharapkan dapat memberikan banyak keuntungan, diantaranya: (1) siswa mudah
memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu, (2) siswa mampu mempelajari
pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar mata pelajaran
dalam tema yang sama, (3) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan
mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa, (4) siswa
mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam
konteks tema yang jelas, (5) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran
yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkan sekaligus dan diberikan dalam
dua atau tiga pertemuan, waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan
remedial, pemantapan, atau pengayaan. Berdasarkan kelebihan dari pembelajaran
tematik di atas, maka para pakar pendidikan di Indonesia menerapkan
pembelajaran tematik atau pembelajaran terpadu sehingga pembelajaran diarahkan
agar mampu memberikan sesuatu secara menyeluruh kepada siswa. Secara aktif
siswa terlibat dalam proses pembelajaran terpadu dapat dipandang sebagai upaya
untuk memperbaiki kualitas pendidikan di tingkat dasar.[11]
2.
Trianto menyatakan pembelajaran tematik terpadu
merupakan suatu model pembelajaran yang membawa pada kondisi pembelajaran yang
relevan dan bermakna untuk anak. Pembelajaran terpadu merupakan media
pembelajaran yang secara efektif membantu anak untuk belajar secara terpadu
dalam mencari hubungan-hubungan dan keterkaitan antara apa yang telah mereka
ketahui dengan hal-hal baru atau informasi baru yang mereka temukan dalam
proses belajarnya sehari-hari. Menurut Joni, T. R, Pembelajaran terpadu
merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa, baik secara individual
maupun kelompok, aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip
keilmuan secara holistik, bermakna dan otentik. [12]
3.
Pembelajaran
tematik yang diterapkan pada kelas-kelas awal sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah
membawa beberapa implikasi yang harus disadari oleh semua pihak. Implikasi itu
bagaikan sebilah mata pedang yang mempunyai dua sisi. Satu pihak memberikan
keuntungan tetapi pihak yang lainnya membawa konsekunsi-konsekuensi yang
ditanggung oleh penanggung jawab pendidikan. Dalam implementasi pembelajaran
tematik di MI guru di tuntut untuk kreatif baik dalam menyiapkan
kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari
berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih
bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh.[13]
Dari
beberapa uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa model pembelajaran
terpadu adalah suatu model pembelajaran yang dalam kegiatan pembelajarannya
menggabungkan berbagai materi pelajaran dalam suatu topik tertentu, baik intra
studi ataupun antar bidang studi. Dalam suatu kegiatan pembelajaran, siswa
dituntut untuk aktif dan menggali pengetahuannya sendiri. Siswa diarahkan untuk
memandang sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda, sehingga tercipta
jalinan skemata yang membuat pengetahuan yang diperolehnya menjadi bermakna dan
otentik.
Kemudian
peneliti juga mengkaji dari beberapa skripsi pendahulu yang relevan sebagai
bahan pertimbangan dalam analisis data yaitu:
Skripsi
saudara Yovita Dian Putranti NIM 10108241079, berjudul: Implementasi
Pembelajaran Tematik Integratif Dengan Pendekatan Saintifik Kelas Iv B Sd
Negeri Percobaan 3 Pakem, Hasil penelitian menunjukan bahwa guru kelas IV B
telah melaksanakan pembelajaran tematik integratif dengan pendekatan saintifik.
Pendekatan saintifik yang telah dilaksanakan meliputi; (1) mengamati, (2)
menanya, (3) menalar, (4) mencoba, (5) mengolah, (6) menyimpulkan, (7)
menyajikan, dan (8) mengkomunikasikan. Penggunaan metode dan media dalam
pembelajaran pun menyesuaikan pada pembelajaran berdasarkan buku pegangan guru.
Manfaat dari implementasi pembelajaran tematik integrative dengan pendekatan
saintifik yaitu siswa berperan aktif dalam pembelajaran sehingga dapat
memperoleh informasi berdasarkan pengalaman langsung yang dilakukan. Teknik
penilaian yang digunakan oleh guru yaitu tes lisan, tes tulis, penugasan dan
kinerja.
Skripsi
saudara Zulia Idda Fitriya NIM : 093111346, berjudul :Upaya Meningkatkan
Kemampuan membaca huruf Arab dengan Pendekatan Tematik (Studi Taindakan Kelas I
MI Al-Ittihad Rowo kandangan Temanggung Tahun Ajaran 2010/2011 ), Kajian ini
menunjukkan bahwa kondisi awal rata-rata hasil evaluasi membaca huruf arab
64,23. Pada pembelajaran dengan pendekatan tematik tema Lingkungan siklus I
terdapat peningkatan rata-rata hasil evaluasi membaca huruf Arab 64,84. Pada
siklus I belum tampak adanya peningkatan yang memadai. Aspek yang menjadi
kendala pada siklus I meliputi : pembeelajaran masih terpusat pada guru, siswa
belum diberi kesempatan untuk terlibat aktif. Proses pembelajaran siklus II
dilakukan melalui pendekatan tematik dengan tema Pengalamanku.siswa membentuk
kelompok berpasangan dua orang. Situasi belajar menyenangkan siswa karena semua
siswa terlibat aktif. Rata-rata hasil evaluasi membaca huruf arab meningkat secara
signifikan 72,32, sehingga kriteria ketuntasan minimal 70,00 dapat dipenuhi.
Temuan tersebut ememberi rekomendasi bahwa pendekatan tematik membentuk
kelompok kecil berpasangan , dapat meningkatkan hasil pembelajaan. Dengan
demikian teknik ini layak diujicobakan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran
lainnya untuk mencapai hasil belajar optimal sesuai harapan.
Skripsi
saudara Latifah Nurul Aeni ( 073911012), Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo,
berjudul: Implementasi Pembelajaran Tematik di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Semarang
Tahun Pelajaran 2011/2012, Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi
pembelajaran tematik di MI Miftahus Sibyan Tugurejo Semarang tahun pelajaran
2011/2012 pelaksanaannya saat ini dapat dikatakan sudah cukup baik dan sesuai
dengan standar unsur pembelajaran tematik. Terlihat dari beberapa bukti antara
lain : 1) keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran menjadi bertambah
2) peserta didik sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan 3)
penyerapan materi menjadi lebih optimal 4) hasil belajar menjadi lebih
meningkat. Akan tetapi dipandang Semarang bahwa dalam suatu pelaksanaannya
masih belum optimal, dan suatu langkah untuk menuju optimal akan tetap
diusahakan dengan memaksimalkan faktor dari kelebihan dan meminimalisir faktor
kekurangan.
Dalam
skripsi yang penulis susun berbeda dari skripsi pendahulunya karena dalam
skripsi ini focus dalam penerapan pendekatan tematik pada mata pelajaran
al-quran hadist.
F.
Metode Penelitian
Untuk memperoleh
hasil penelitian yang valid, maka peneliti akan menerangkan beberapa metode
yang dipergunakan dalam skrispsi ini:
1..Jenis
dan Pendekatan
a.
Jenis Penelitian
Jenis peneliti menggunakan jenis penelitian deskriftif,
yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik
satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan, atau
menghubungkan antara variabel, satu dengan variabel yang lain.[14]
Penelitian ini berusaha menjawab pertannyaan-pertannyaan
apakah dan mendeskripsikan hasil penelitian. Dengan demikian, peneliti akan
memberikan kutipan-kutipan data untuk memberikan gambaran penyajian laporan.
b.
Pendekatan
Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif.
Menurut Bogman dan Tailor yang dikutif Lexi J. Moeleong,
penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriftif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku
yang diamati.[15]
Kegunaan Metode Kualitatif menurut Lexi J. Moeleong seperti
yang di kutif Nur Khoiri
adalah :
1)
Menyesuaikan metode
kualitatif lebih mudah
2)
Metode ini
menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden
3)
Metode ini lebih
peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama
terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.[16]
2..Subyek Penelitian
Adapun
subyek penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Kepala Madrsah
Kepala Madrasah disini sebagai
orang yang mempunyai wewenang dalam menentukan kebijakan di madrasah dan
kegiatan pembelajaran di MI ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016.
b.
Guru Al-quran
Hadist
Guru merupakan orang yang melaksanakan pembelajaran di dalam
kelas. Maka dari itu, peran guru sangat penting dalam penelitian ini karena
guru nantinya yang mengaplikasikan strategi pembelajaran inquiry dalam Al-quran
Hadist di MI ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016, serta sebagai sumber data primer dalam penelitian
ini.
c.
Siswa
Siswa dalam hal ini sebagai unsur
yang juga memiliki peran penting guna tercapainya tujuan penelitian. Siswa
sebagai subyek dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran
Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016.
3.
Fokus Penelitian
Fokus
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.
Implemetasi
pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
b.
Mengetahui
faktor-faktor pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran
Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
c.
Faktor-faktor penghambat
dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
4.
Pengumpulan Data
Data yang ada dalam
penelitian ini adalah data kepustakaan (Library research), data
merupakan teori-teori dari para ahli yang berhubungan dengan penelitian ini,
data yang diperoleh dengan cara peneliti terjun kelapangan.
a.
Teknik Pengumpulan Data
Untuk mempermudah memperoleh data di lapangan, penulis
menggunakan beberapa Teknik, yaitu:
1)
Wawancara
Merupakan alat informasi dengan cara mengajukan sejumlah
pertanyaan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula.[17] Teknik wawancara
menghendaki komunikasi langsung antara penyelidikan subjek atau responden.
Berdasarkan strukturnya, pada penelitian kualitatif ada 2 jenis wawancara
yaitu:
a)
Wawancara relatif tertutup, wawancara format ini difokuskan pada topik khusus atau umum,
panduan dibuat rinci, namun nara sumber tetap terbuka dalam berfikir.
b)
Wawancara terbuka, peneliti memberi kebebasan diri kepada
nara sumber untuk berbicara secara luas dan mendalam, pada wawancara ini,
subjek peneliti lebih kuat pengaruhnya dalam menentukan isi wawancara.[18]
Teknik ini digunakan untuk menggali
data tentang profil sekolah, keadaan umum sekolah dan pelaksanaan aplikasi Teknik Inquiry
dalam proses pembelajaran Al-quran
Hadistdi Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah
Langon Tahunan Jepara. Adapun sumber
informasinya diperoleh dari adalah:
a) Kepala Madrasah
Ibtidaiyah Al-Hidayah Langon Tahunan
Jepara untuk mendapatkan informasi umum tentang Madrasah .
b) Waka kurikulum untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan
pembelajaran dan pelaksanaan kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah
Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara .
c) Dewan Guru untuk mendapatkan informasi tentang pelaksanaan Teknik belajar
dan motivasi belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah
Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara .
d) Pihak-pihak lain yang berkaitan dengan perolehan data dalam penulisan
skripsi ini.
2)
Observasi
Observasi
adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak
pada obyek penelitian. Teknik ini penulis digunakan untuk memperoleh data
tentang situasi dan kondisi umum aplikasi Teknik Inquiry dalam proses
pembelajaran Al-quran Hadistdi Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah. Teknik ini juga digunakan untuk mengetahui pengelolaan secara
keseluruhan, letak geografis serta untuk mengembangkan data-data yang terkait dengan
lembaga pendidikan yang bersangkutan.
3)
Dokumentasi
Teknik Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal
atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah,
prasasti, notulen, legger, agenda dan sebagainya.[19] Teknik ini dipergunakan
untuk memperoleh data tentang keadaan dan situasi umum Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah serta data-data lain yang bersifat
dokumen.
b.
Teknik Analisis Data
Analisis
data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis catatan hasil
observasi wawancara dan lainnya guna meningkatkan pemahaman penelitian tentang kasus
yang diteliti dan menjadikannya sebagai teman bagi orang lain. Sedangkan demi
meningkatkan pemahaman tersebut analisis perlu dilanjutkan dengan berupaya mencari makna.[20]
Pola
analisis penelitian ini menggunakan pola pikir induktif yaitu mengangkat dari
fakta-fakta atau peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus tersebut dipelajari
dan dianalisis sehingga bisa dibuat suatu kesimpulan dan generalisasi yang
bersifat umum.
Sedangkan
teknik yang digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu
yang lain adalah teknik triangulasi. Teknik triangulasi berarti membandingkan
dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui
waktu dan alasan yang berbeda dalam penelitian kualitatif hal itu dapat dicapai
dengan beberapa jalan. diantaranya:
1)
Membandingkan data hasil pengamatan dan hasil wawancara.
2)
Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen
yang berkaitan.
3)
Pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian
beberapa teknis pengumpulan data dan
4)
Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data
dengan Teknik yang sama.[21]
Analisis
data yang digunakan yaitu analisis nonstatistik yaitu menggunakan analisis
deskriptif kualitatif. Analisis data yang diwujudkan bukan dalam bentuk angka
melainkan dalam bentuk laporan dan uraian deskriptif terhadap
Madrasah Ibtidaiyah
Al-Hidayah Langon Tahunan Jepara .[22]
G.
Sistematika Penulisan Skripsi
Agar skripsi
ini lebih mudah untuk dimengerti dan difahami sebelum membaca secara
keseluruhan, maka penulis memberikan sistematika pembahasan sebagai berikut :
1.
Bagian Depan Skripsi.
Pada bagian
ini memuat beberapa halaman yaitu: Halaman Judul, Halaman Persetujuan
Pembimbing, Halaman Pengesahan, Halaman Motto dan Persembahan, Halaman Abstraksi, Kata
Pengantar, Daftar Isi, dan Daftar Lampiran.
2.
Bagian Isi.
Pada bagian
ini memuat lima bab yaitu:
BAB I : PENDAHULUAN, terdiri dari: Latar Belakang
Masalah, Penegasan Istilah, Rumusan Masalah, Tujuan penelitian, Manfaat Penelitian, Sistematika Penelitian.
BAB II : LANDASAN TEORI MELIPUTI:
A.
Konsep Belajar dan Pembelajaran, Pembelajaran Al-quran hadist Untuk Kelas II MI
B.
Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran
Hadist berisi: Pengertian Pembelajaran Tematik, Landasan Pembelajaran Tematik, Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik, Karakteristik Pembelajaran Tematik, Prinsip Pembelajaran Tematik,
Langkah-langkah Pembelajaran Tematik, Keunggulan Model Pembelajaran Tematik.
C.
Materi mata pelajaran Al-quran Hadist yang meliputi :
Pengertian Al-quran Hadist, Fungsi dan tujuan
Al-quran Hadist, kurikulum Al-quran Hadist.
D. Implemetasi
Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
BAB III : KAJIAN
OBYEK PENELITIAN
A. Deskripsi umum tentang Madarsah Ibtidaiyah ..................Jepara, Menjelasakan tentang letak geogtrafis, Sejarah berdirinya, keadaan
sarana-prasarana,Visi dan Misi, Keadaan guru dan siswa, Struktur organisasi,
tujuan dan kurikulum
B.
Data Khusus
1.
Implemetasi
pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
2.
Faktor-faktor
pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist
Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
3.
Faktor-faktor
penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist
Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
BAB IV : PEMBAHASAN
TENTANG IMPLEMETASI PENDEKATAN TEMATIK MATA PELAJARAN AL-QURAN HADIST SISWA ..................JEPARA
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
A. Implemetasi
pendekatan tematik mata pelajaran Al-Quran Hadist Siswa ..................Jepara
Tahun Pelajaran 2015/2016
B. Faktor-faktor
pendukung dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist
Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
C. Faktor-faktor
penghambat dalam Implemetasi Pendekatan Tematik Mata Pelajaran Al-Quran Hadist
Siswa ..................Jepara Tahun Pelajaran 2015/2016
BAB V :
PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan, saran-saran, kata penutup.
3.
Bagian Akhir.
Bagian ini
memuat Daftar Kepustakaan, Lain-lain, dan Daftar riwayat pendidikan penulis.
[1] Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan Luar Sekolah dan
Pemuda, 2003 ) hal.1
[2] Kunandar, Guru
Profesional, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2007), hlm. 12.
[3] Departemen
Agama, Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tematik, (Jakarta, Departemen
Agama RI, 2005), hlm. 7
[4]
http://pembelajaranguru.wordpress.com/2008/05/20/pembelajaran-tematik-arti-penting
[5] Kunandar, Guru
Profesional: Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta:
Rajawali Press, 2009), hlm. 287
[6] http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=33361
[7] Abdul
Munir dkk, Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran Tematik, (Jakarta:Depag dan
Dirjen KAI, 2005), hlm. 8
[8] DEPDIKNAS, Kamus
besar bahasa Indonesia, (Jakarta: DEPDIKNAS, 2009), hlm.567
[9]Sukayati dkk, Pembelajaran
Tematik di SD/MI, ( Jakarta: Depdiknas, 2013), hlm.13
[10] Peraturan
Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Thlm. 2008, Tentang Standar Kompetensi
Kelulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah
[11] Masnur Muslich, KTSP Pembelajaran Berbasis
Kompetensi dan Kontekstual, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hlm. 164
[13] http://atibilombok.blogspot.com/2014/06/makalah-karakteristik-pembelajaran.html
[14] Sugiono, Metode
Penelitian Administrasi, ( Bandung: Alfabeta, 2003), hlm. 11
[15] Lexi J.
Moeleong, Metode Penelitian Kualitatif, ( Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2004),hlm. 4
[16] Nur Khoiri, Metode
Penelitian Pendidikan, ( Jepara: INISNU, 2012), hlm. LXII
[19] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek,
(Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998), hlm. 236.
[22] Lexy J.
Moleong, Ibid, hlm. 103.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar