Selasa, 06 Desember 2016

PROPOSAL : MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI RA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MENGGAMBAR DI RA XXXXXXXXXXXXXXXXX  TAHUN 2017

I.                                         PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah segala pengalaman hidup dalam berbagai lingkungan yang berpengaruh positif bagi perkembangan individu yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan berlangsung sejak usia dini berlanjut pada jenjang  pendidikan lebih lanjut bahkan sampai akhir hayat. Bahkan dalam islam, manusia belajar sejak dalam buaian sampai ke ling lahat. Artinya seseorang anak manusia harus sudah  mulai dididik sejak ia dibuai oleh orang tuanya. Sang ibu sudah membuai, memberikan kasih sayang sejak calon putra/putrinya berada dalam rahim. Sehingga diharapkan nanti setelah lahir menjadi seorang anak yang cerdas, dan trampil, baik itu motorik halus maupun motorik kasarnya.
Keterampilan motorik halus ternyata memang harus melalui proses latihan yang rutin, berkelanjutan dan tepat sasaran. Hal ini bisa dibuktikan karena tidak semua anak pandai menggerakkan tangannya, misalnya ada seorang anak yang kesulitan ketika ia akan memegang pensil,pensil tersebut dipegang dengan posisi terbalik atau dipegang  dengan cara yang kurang tepat, tetapi ada anak lainnya dengan begitu mudah memegangnya.
         Melatih anak dengan berbagai kegiatan yang positif seperti menggambar dan mewarnai merupakan salah satu cara meningkatkan keterampilan motorik mereka, Hampir setiap anak gemar menggambar dan mewarnai. Menurut Drs. Agus Moelione, seorang pakar pendidikan dari Yayasan Pendidikan Anangga Diipa, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi anak, bukan hanya bagi pengembangan seni melainkan juga sebagai penumbuh kreativitas, alat untuk mengungkapkan ide, perasaan, serta emosi anak. Melalui kegiatan ini pula, motorik halus anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak mulai belajar menulis di usia sekolah. Disamping itu, kegiatan menggambar dapat mengasah otak kanan, otak kiri dan hati nurani anak.
Kegiatan motorik halus sebaiknya sudah diperkenalkan kepada anak-anak usia prasekolah. Tentu saja hal ini seiring dengan kegiatan motorik kasarnya. Mengapa hal ini perlu dilakukan ? Sebab kegiatan motorik halus merupakan langkah awal bagi pematangan dalam hal menulis dan menggambar. Anak-anak memerlukan persiapan yang matang sebelum mereka bersekolah, sehingga kelak diharapkan mereka mampu menguasai gerakan-gerakan yang akan dilakukan nantinya pada saat bersekolah.
Sudah menjadi ciri khas,  hampir semua anak memiliki sifat ingin tahu yang tinggi, memiliki imajinasi yang alami, serta kreatif. Anak-anak akan beradaptasi dan merespon dengan cepat ketika mereka berinteraksi dengan orang-orang atau benda yang ada dilingkungannya. Mereka sangat tertarik dengan berbagai hal, seperti bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu terjadi sebagaimana sesuatu itu terjadi.
Ditjen Dikdasmen, (2006) tentang standar kompetensi kelompok A, menyebutkan bahwa anak mampu mengekpresikan diri dan berkreasi dengan berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni. Kemudian dalam hasil belajar anak, diharapkan agar dapat menggambar sederhana dengan berbagai media seperti arang, krayon, kapur, pensil warna, pastel dan lain-lain. Untuk saat ini tuntutan kurikulum tersebut belum bisa direalisasikan di RA Al-Hidayah Tahunan Jepara.
Melihat kondisi yang seperti ini penulis ingin meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan mengambar yang penulis angkat dalam sebuah judul skripsi: Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menggambar di RA Xxxxxxxxxxxxxxxxx  Tahun 2017.  
B.  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka dapat dimunculkan rumusan masalah sebagai berikut:
1.    Apakah kegiatan menggambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak?
2.    Bagaimana skenario untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggambar yang lebih operasional? 
C.  Tujuan penelitian.
Penelitian ini diharapkan dapat:
1.    Mengetahui sejauhmana menggambar dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak.  
2.    Menemukan format skenario untuk meningkatkan kemmapuan motorik halus anak melalui kegiatan menggambar yang lebih opresional
D.  Manfaat Penelitian.
Beberapa menfaat penelitian diharapkan akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajaran, khususnya guru RA kelompok A, yaitu penelitian tindakan kelas tentang menggambar untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak, diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak terutama:
1.    Bagi pengawas, penelitian ini diharapkan dapat sebagi acuan dalam memberikan pembinaan demi peningkatan mutu pendidikan.
2.    Bagi TK, penelitian ini dapat bermanfaat untuk tambahan bekal pengalaman sebagai pedoman lebih lanjut dalam mengambil kebijakan di TK dalam memberikan bimbingan mengajar kepada guru.
3.    Bagi guru, hasil penelitian ini semoga dapat bermanfaat dalam menambah khasanah keilmuan, sehingga semakin luas wawasan berfikir inovatif dan kreatif dalam pendidikan ke depan terutama dalam memperkaya bekal berimprovisasi dalam pembelajaran yang penuh kreatif yang pada akhirnya akan menyenangkan bagi anak dalam pembelajaran.
4.    Bagi komite, hasil penelitan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memberikan motivasi pembelajaran untuk kepentingan bersama.
5.    Bagi siswa, model pembelajaran dengan menggambar ini, dapat memberikan motivasi belajar yang lebih baik, lebih aktif dalam belajar dan mampu menggambar secara sederhana dan menyenangkan.
6.    Bagi orang tua, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam memotivasi anak dalam belajar menggambar secara berkesinambungan.

7.    Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian  lebih lanjut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar