I.
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah segala pengalaman
hidup dalam berbagai lingkungan yang berpengaruh positif bagi perkembangan
individu yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan berlangsung sejak usia
dini berlanjut pada jenjang pendidikan
lebih lanjut bahkan sampai akhir hayat. Bahkan dalam islam, manusia belajar
sejak dalam buaian sampai ke ling lahat. Artinya seseorang anak manusia harus
sudah mulai dididik sejak ia dibuai oleh
orang tuanya. Sang ibu sudah membuai, memberikan kasih sayang sejak calon
putra/putrinya berada dalam rahim. Sehingga diharapkan nanti setelah lahir
menjadi seorang anak yang cerdas, dan trampil, baik itu motorik halus maupun
motorik kasarnya.
Keterampilan
motorik halus ternyata memang harus melalui proses latihan yang rutin,
berkelanjutan dan tepat sasaran. Hal ini bisa dibuktikan karena tidak semua
anak pandai menggerakkan tangannya, misalnya ada seorang anak yang kesulitan
ketika ia akan memegang pensil,pensil tersebut dipegang dengan posisi terbalik
atau dipegang dengan cara yang kurang
tepat, tetapi ada anak lainnya dengan begitu mudah memegangnya.
Melatih anak dengan berbagai kegiatan yang
positif seperti menggambar dan mewarnai merupakan salah satu cara meningkatkan
keterampilan motorik mereka, Hampir setiap anak gemar menggambar dan mewarnai.
Menurut Drs. Agus Moelione, seorang pakar pendidikan dari Yayasan Pendidikan
Anangga Diipa, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi anak, bukan hanya bagi
pengembangan seni melainkan juga sebagai penumbuh kreativitas, alat untuk
mengungkapkan ide, perasaan, serta emosi anak. Melalui kegiatan ini pula,
motorik halus anak dilatih dan akan sangat berguna ketika anak mulai belajar
menulis di usia sekolah. Disamping itu, kegiatan menggambar dapat mengasah otak
kanan, otak kiri dan hati nurani anak.
Kegiatan motorik halus sebaiknya sudah diperkenalkan kepada
anak-anak usia prasekolah. Tentu saja hal ini seiring dengan kegiatan motorik
kasarnya. Mengapa hal ini perlu dilakukan ? Sebab kegiatan motorik halus
merupakan langkah awal bagi pematangan dalam hal menulis dan menggambar.
Anak-anak memerlukan persiapan yang matang sebelum mereka bersekolah, sehingga
kelak diharapkan mereka mampu menguasai gerakan-gerakan yang akan dilakukan
nantinya pada saat bersekolah.
Sudah menjadi ciri khas, hampir semua anak memiliki
sifat ingin tahu yang tinggi, memiliki imajinasi yang alami, serta kreatif.
Anak-anak akan beradaptasi dan merespon dengan cepat ketika mereka berinteraksi
dengan orang-orang atau benda yang ada dilingkungannya. Mereka sangat tertarik
dengan berbagai hal, seperti bagaimana sesuatu bekerja atau mengapa sesuatu
terjadi sebagaimana sesuatu itu terjadi.
Ditjen Dikdasmen, (2006) tentang standar kompetensi kelompok
A, menyebutkan bahwa anak mampu mengekpresikan diri dan berkreasi dengan
berbagai media/bahan menjadi suatu karya seni. Kemudian dalam hasil belajar
anak, diharapkan agar dapat menggambar sederhana dengan berbagai media seperti
arang, krayon, kapur, pensil warna, pastel dan lain-lain. Untuk saat ini
tuntutan kurikulum tersebut belum bisa direalisasikan di RA Al-Hidayah Tahunan
Jepara.
Melihat kondisi yang seperti ini penulis ingin meningkatkan
kemampuan motorik halus anak dengan mengambar yang penulis angkat dalam sebuah
judul skripsi: Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan
Menggambar di RA Xxxxxxxxxxxxxxxxx Tahun
2017.
B. Rumusan
masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, maka
dapat dimunculkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah kegiatan menggambar dapat
meningkatkan kemampuan motorik halus anak?
2. Bagaimana skenario untuk
meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan menggambar yang
lebih operasional?
C. Tujuan penelitian.
Penelitian ini diharapkan dapat:
1.
Mengetahui sejauhmana menggambar dapat meningkatkan kemampuan motorik
halus anak.
2.
Menemukan format skenario untuk meningkatkan kemmapuan motorik halus anak
melalui kegiatan menggambar yang lebih opresional
D. Manfaat Penelitian.
Beberapa menfaat penelitian
diharapkan akan sangat bermanfaat bagi pengelolaan pembelajaran, khususnya guru
RA kelompok A, yaitu penelitian tindakan kelas tentang menggambar untuk
meningkatkan kemampuan motorik halus anak, diharapkan dapat bermanfaat bagi
pihak terutama:
1.
Bagi pengawas, penelitian ini diharapkan dapat sebagi acuan dalam
memberikan pembinaan demi peningkatan mutu pendidikan.
2.
Bagi TK, penelitian ini dapat bermanfaat untuk tambahan bekal pengalaman
sebagai pedoman lebih lanjut dalam mengambil kebijakan di TK dalam memberikan
bimbingan mengajar kepada guru.
3.
Bagi guru, hasil penelitian ini semoga dapat bermanfaat dalam menambah
khasanah keilmuan, sehingga semakin luas wawasan berfikir inovatif dan kreatif
dalam pendidikan ke depan terutama dalam memperkaya bekal berimprovisasi dalam
pembelajaran yang penuh kreatif yang pada akhirnya akan menyenangkan bagi anak
dalam pembelajaran.
4.
Bagi komite, hasil penelitan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam
memberikan motivasi pembelajaran untuk kepentingan bersama.
5.
Bagi siswa, model pembelajaran dengan menggambar ini, dapat memberikan
motivasi belajar yang lebih baik, lebih aktif dalam belajar dan mampu
menggambar secara sederhana dan menyenangkan.
6.
Bagi orang tua, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman dalam
memotivasi anak dalam belajar menggambar secara berkesinambungan.
7.
Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan
penelitian lebih lanjut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar